Iklan Ali Prakosa

97 Anak di Kota Mojokerto Yatim Piatu Karena Orang Tuanya Meninggal Covid-19

97 anak yatim, anak yatim Kota Mojokerto
Ning Ita saat memeluk anak yatim akibat covid-19

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Sejak Januari 2021 sebanyak 97 anak di Kota Mojokerto menjadi yatim piatu akibat karena ditinggal orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mengupayakan bantuan sosial yang menyasar anak yatim tersebut.

 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto, Choirul Anwar mengatakan, dari 97 anak yatim yang ada di Kota Mojokerto sudah 25 anak sudah menerima bantuan dari pemerintah Provinsi.
“Data yang masuk sejak Januari total sudah 97 anak yatim,” ungkapnya, Minggu (22/8/2021).

Ia juga menambahkan, saat ini dinsos melalui Unit P3A terus melakukan pendataan dan pendampingan psikologis terhadap anak yatim yang ditinggal orang tuanya meninggal karena Covid-19.
“Dinsos P3A sudah memberikan bantuan berupa bahan sembako dan pendampingan secara psikologis kepada mereka. Pendampingan psikologis bakal diberikan sampai sang anak dirasa sudah bisa sembuh dari trauma yang menimpa mereka,” ujarnya.

BACA JUGA :  Peringati HUT Ke-21, DPC Demokrat Kota Mojokerto Bagi Sembako dan Donor Darah

 

BeritaLainnya

Mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Kota (Kabag Kesra Setdakot) Mojokerto ini mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memperbaharui data anak-anak yatim piatu akibat kasus Covid-19 tersebut.
“Karena saat ini prioritas Pemprov Jawa Timur adalah untuk memberikan santunan bagi anak-anak yang memang terdampak Covid-19 sehingga harus hidup mandiri tanpa orang tuanya,” ujarnya.

 

BACA JUGA :  Peringati HUT Ke-21, DPC Demokrat Kota Mojokerto Bagi Sembako dan Donor Darah

Ning Ita juga menyatakan akan menjamin pendidikan dan meminta kepada seluruh ASN se-Kota Mojokerto untuk berbagi kasih pada anak-anak yatim korban Covid-19.

“Kami juga menjamin akan merawat, serta memberi kasih sayang kepada mereka lewat program orang tua asuh,” tegasnya.

 

Senada dengan Neng Ita, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan, bantuan pendidikan untuk anak-anak yatim piatu akibat Covid-19 akan disalurkan melalui program yang sudah berjalan di Dinas P dan K.

“Untuk hal-hal tersebut, ada Program PIP atau bisa dimintakan tambahan bantuan biaya ke Baznas Kota,” jelasnya. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist