Iklan Ali Prakosa

Usai Viral, Serpihan Teks Proklamasi di Tugu Kaca Pengilon Mulai Dikumpulkan DLH

 

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Pembongkaran Tugu Alun-alun Kota Mojokerto dengan alat berat Excavator pada, Kamis (9/9/2021) sempat Viral diberbagai linimasa Sosial Media (Sosmed). Warganet menyayangkan pembongkaran infrastruktur tugu kaca pengilon yang menurut mereka memiliki nilai historis tinggi. Alhasil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto mulai mengumpulkan serpihan teks proklamasi. Yang dibuat pada tahun 1949.

Kepala Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Erijanto Mukti Wibowo mengatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan serpihan teks proklamasi yang berada di tugu kaca pengilon.

“Ya sekarang berada di Kantor DLH Kota Mojokerto,” ujar Erijanto kepada Lenteramojokerto.com pada, Jum’at (17/9/2021).

Tugu Kaca Pengilon, Teks Proklamasi, Alun-alun Mojokerto
Foto Serpihan Teks Proklamasi di Tugu Kaca Pengilon Alun-Alun Mojokerto (Foto : Doc DLH)

Lebih lanjut, pengumpulan serpihan teks proklamasi tersebut, pihaknya hanya menjalankan perintah dari Dewan Kebudayaan.

“Belum tau (tujuan pengumpulan teks proklamasi) pak, kami hanya disuruh untuk mengumpulkan yang ada sama pak putut, yang anggota dewan kebudayaan itu, “ tuturnya.

 

BeritaLainnya

Sebelumnya, Kepala Dinas DLH Kota Mojokerto, Bambang Mujiono, menjelaskan bahwa teks proklamasi yang berada di tengah tugu alun-alun Kota Mojokerto tersebut bukanlah sebuah prasasti sejarah.

“Bukan dari marmer melainkan semen biasanya yang diadopsi dari bentuk aslinya saat penyerahan kedaulatan dan keamanan wilayah Kota Mojokerto, pada 5 September 1949 silam,” jelas bambang pada lenteramojokerto.com pada, Sabtu (11/9/2021).

Masih kata Bambang, ia juga menambahkan agar masyarakat Kota Mojokerto tidak perlu risau, pasalnya pembangunan tugu baru tetap memperhatikan representatif kemerdekaan RI Tahun 1945.

“Pembangunan alun-alun tersebut melibatkan budayawan, unsur kemerdekaan tetap kita jaga,” tegasnya.

Dalam penggambaran Bambang, rencananya tugu baru tersebut akan dilengkapi kolam berbentuk Surya Majapahit diameter 17 meter dan juga tangga menyerupai umpak setinggi delapan meter yang menurutnya sebagai representatif hari Kemerdekaan. Pembangunan kolam Surya Majapahit termasuk pembuatan taman dan Lanscape akan dimasukkan dalam program rehabilitasi proyek Alun-alun di tahun 2022.

”Rehabilitasi proyek Alun-alun Kota Mojokerto dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran yang dilanjutkan Tahun 2022,” ungkapnya.

Menurut dia, rehabilitasi proyek Alun-alun Kota Mojokerto berupa tugu Majapahit telah kontrak dengan pemenang lelang CV Indra Prasta, pada 26 Agustus 2021.

“Pengerjaan deadline 120 hari sehingga diperkirakan rampung pada Desember 2021,” pungkasnya. (diy)

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist