Tak Ingin Ada Lagi Proyek Mangkrak, Dewan Desak Eksekutif Percepat Proses Sepuluh Proyek Gajah

Lenteramojokerto.com, Mojokerto – Adanya sejumlah proyek gagal di Kota Mojokerto tahun 2021 membuat dewan mendorong instansi teknis pemerintah agar mempercepat ritme kerja eksekutif dalam menagani sepuluh proyek gajah. Hal itu terbukti saat kunjungan kerja Komisi I DPRD ke Bagian Pengadaan Barang Jasa dan Pembangunan (BPJP) dan Bagian Pemerintahan, Senin (11/04/2022).

Ketua Komisi I DPRD Kota Mojokerto, Choiroiyaroh usai kunker di BPJP menjelaskan bahwa pihaknya tidak mau lagi ada proyek yang gagal seperti pada tahun yang lalu, sehingga dirinya bersama timnya mendorong jangan sampai ada proses lelang yang lamban yang nantinya berakibat pada mepetnya pengerjaaan proyek.

“Kami nggak mau prosesnya itu seperti tahun kemarin, cepat terus pekerjaannya juga cepat, ” Kata¬† Choiroiyaroh.

Sementara itu, Febriana Meldyawati anggota komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan menambahkan tujuan digelarnya sidak ke dua instansi tersebut. “Inti dari kunjungan kami ke BPJP dan Inspektorat adalah untuk mendorong agar proses lelang dipercepat. Tujuannya agar pekerjaan fisik bisa dilaksanakan lebih awal dan tidak berlarut-larut seperti tahun kemarin,” Jelasnya.

BACA JUGA :  Dok! P-APBD Kota Mojokerto Tahun 2023 Sudah Disepakati
Ketua Komisi I Choiroyaroh

Di BPJP, kehadiran para anggota Komisi I tersebut ditemui langsung oleh kepala BPJP, Muraji. Pertemuan tertutup di ruang kerja bagian sekretariat Pemkot Mojokerto itu berlangsung sekitar 1 jam mulai pukul 10.00 WIB.

Muraji sendiri, usai menerima para wakil rakyat mengatakan pihaknya telah menempuh sejumlah langkah strategis untuk mempercepat masuknya dokumen lelang dari instansi teknis. “Progres pengajuan lelang di Kota itu bagus, biasanya kan antara Mei-Juni, sekarang maju awal. Januari, kita sudah mengajari satker teknis untuk memasukkan aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup). Sehingga awal Maret dokumen sudah mulai masuk. Terutama proyek-proyek gajah,” Paparnya panjang lebar.

Mantan Sekretaris DPUPR tersebut mengungkapkan penerapan skala prioritas proyek. “Kenapa proyek gajah harus lebih awal karena waktunya panjang. Beda dengan proyek kecil-kecil, ” Ujarnya.

Agar program lelang dini ini lebih efektif, BPJP tiap bulan menggelar rapat evaluasi. “Setiap bulan kita evaluasi, kita mesti mengingatkan instansi teknis agar tidak molor, ” Imbuhnya.

BACA JUGA :  Dok! P-APBD Kota Mojokerto Tahun 2023 Sudah Disepakati

Sampai awal April, pihak BPJP sudah berhasil melelang proyek prestius pelebaran jalan Empunala senilai Rp 101 miliar. “Yang sudah lelang jalan Empunala. Lainnya proses perencanaan. Target lelang akhir Juni nanti.
Kendala biasanya revisi dokumen perencanaan dari instansi teknis, ” Tuturnya.

Tahun ini Pemkot Mojokerto bakal menggelar sepuluh proyek gajah. Ke sepuluh proyek tersebut yakni pelebaran jalan Empunala sepanjang 2 km dengan nilai proyek Rp 101 miliar, pembangunan sky walk Rp 10 miliar, lanjutan gedung Dewan Rp 10 miliar, dan saluran air Surodinawan Rp 4 miliar.

Lantas pembangunan pasar tematik Rp 4 miliar, rehab trotoar Alun-alun Rp 3,6 miliar, pembangunan kolam retensi di Kelurahan Kedundung Rp 3,4 miliar. Juga, pembangunan saluran air di Kelurahan Wates Rp 3,2 miliar, pembangunan pasar hewan Rp 3 miliar dan pembangunan lanjutan tugu Alun-alun Rp 2,8 miliar. (Diy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *