Dengar Pidato Kenegaraan Presiden, DPRD Kabupaten Mojokerto Kompak Pakai Busana Adat Daerah

 

LenteraMojokerto, Mojokerto – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto menggelar rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, Rabu (16/8/2023). Pada momen ini, para wakil rakyat terlihat kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Seperti Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh yang tampil anggun dengan memakai pakaian adat dari Betawi. Sementara Ketua Komisi III Pitung Hariyono, tampil nyentrik dengan pakaian khas madura. Tak mau ketinggalan, anggota Komisi 1 Hadi Faturohman tampil memukau dengan pakaian adat Aceh.

 

Tidak hanya dari legislatif, pihak eksekutif juga antusias memamerkan pakaian adat daerah dalam paripurna kali ini. Seperti Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang tampil menawan dengan memakai busana adat dari Madura.

 

Dalam rapat paripurna kali ini, pihak eksekutif dan legislatif seksama mendengar pidato kenegaraan Presiden RI yang disiarkan secara live dari Gedung Nusantara DPR RI.

 

Dalam pidatonya, Presiden RI Jokowi Widodo menekankan bahwa Indonesia mempunyai peluang besar untuk meraih Indonesia Emas Tahun 2045 serta meraih posisi menjadi negara lima besar kekuatan ekonomi dunia.

 

“Peluang tersebut harus mampu kita manfaatkan. Rugi besar jika kita melewatkan kesempatan ini, karena tidak semua negara memilikinya dan belum tentu akan kembali memilikinya,” ujar Presiden.

 

Presiden menyebutkan, peluang besar pertama adalah bonus demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030-an.

 

“Enam puluh delapan persen adalah penduduk usia produktif. Di sinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” terangnya.

 

Selanjutnya, peluang besar yang kedua adalah kepercayaan internasional atau international trust yang dimiliki Indonesia saat ini. Kepercayaan tersebut, kata Presiden, dibangun bukan sekadar melalui gimmick dan retorika semata, melainkan melalui peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.

 

“Momentum Presidensi Indonesia di G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN, konsistensi Indonesia dalam menjunjung HAM, kemanusiaan, dan kesetaraan, serta kesuksesan Indonesia menghadapi krisis dunia tiga tahun terakhir ini, telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia kembali dalam peta percaturan dunia,”jelas Presiden.

 

Di tengah kondisi dunia yang bergolak akibat perbedaan, imbuh Presiden, Indonesia dengan ideologi Pancasila, harmoni keberagaman, dan prinsip demokrasi yang dimilikinya, mampu menghadirkan ruang dialog serta menjadi titik temu dan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.

 

“Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power in Asia, dengan diplomatic influence yang terus meningkat tajam. Dan, Indonesia termasuk 1 dari 6 negara Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power,” ujarnya.

 

Kepercayaan yang dimiliki Indonesia di mata internasional tersebut, kata Presiden, sangat penting dalam diplomasi Indonesia di kancah dunia.

 

‚ÄúDengan international trust yang tinggi, kredibilitas kita akan lebih diakui, kedaulatan kita akan lebih dihormati. Suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan kita dalam setiap bernegosiasi,” tandasnya. (Diy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *