Iklan Ali Prakosa

Sungai Janjing Meluap, Jembatan Antar Desa Tak Berfungsi

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Hujan dengan intensitas deras yang mengguyur wilayah Mojokerto membuat Sungai Janjing meluap. Akibat luapan air Sungai Jinjing, sejumlah akses jalan dan jembatan penghubung antara desa tidak dapat dilalui.

Ketua Relawan ISM, Agus mengatakan di jalur Kecamatan Pungging-Ngoro, tepatnya di Dusun Kamotan Wetan, Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, banjir menggenangi jalan sepanjang 25 meter. Banjir di jalur ini terjadi sejak sekitar pukul 16.00 WIB.

“Ketinggian air selutut orang dewasa, banjir hanya di jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Agus, Minggu (6/2/2022) petang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Soepangkat menjelaskan, banjir di jalur Pungging-Ngoro saat ini masih 20-40 cm. Selain menggenangi jalur Pungging-Ngoro, Djoko mengatakan banjir juga menggenangi 3 titik lain yakni, jalan Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo dengan ketinggian air mencapai 15-25 cm.

Lalu di jalan Dusun Jetak, Desa Jasem, Ngoro, banjir mencapai ketinggian 10-20 cm. Selain itu, banjir juga menggenangi jembatan yang penghubung Desa Sugeng dengan Desa Kesemen di Kecamatan Trawas, ketinggian banjir mencapai 60 cm dengan arus deras.

BeritaLainnya

“Jembatan belum bisa dilalui kendaraan,” jelas Djoko.

Saat ini banjir di Desa Windurejo dan Jasem telah berangsur-angsur surut, namun jembatan penghubung Desa Sugeng-Kesemen masih tergenang banjir sehingga belum dapat dilalui.

“Saat ini kami bersama warga dan para relawan mengalihkan arus Sungai Janjing ke saluran irigasi lainnya untuk mengurangi genangan di jalan Desa Randuharjo,” tandasnya. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist