Iklan Ali Prakosa

Sarang Tawon Berukuran Jumbo Buat Panik Penghuni Kos di Jabon

Mojoanyar, Lenteramojokerto.com Keberadaan sarang tawon berukuran jumbo sempat membuat panik penghuni rumah kos yang ada di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Rabu (22/9/2021).
Hal ini karena sarang tawon vespa berada tepat di atap rumah di atas jalan masuk rumah kos.

Sarang tawon yang memiliki ukuran 2 kali lipat dari bola voli itu akhirnya dievakuasi oleh Petugas Pedaman Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto pada Rabu (22/9/2021) sore. Besarnya sarang tawon sempat membuat petugas kesulitan, sebab karung yang digunakan untuk membungkus sarang tersebut kurang besar.

Sarang tawon, Penghuni Kos, Jabon
Petugas saat mengevakuasi sarang tawon berukuran jumbo di rumah kos yang berada di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Rabu (22/9/2021)

Pemilik kos, Zainab, mengatakan, sarang tawon awalnya kecil, ukurannya sekepal tangan orang dewasa. Namun saat itu hanya dibiarkan saja karena tak mengganggu.

Tetapi, lama-kelamaan banyak tawon masuk ke dalam rumah seperti mengikuti pemilik rumah. Saat dilihat terakhir, ukuran sarang semakin besar, sehingga membuat resah penghuni rumah dan kos.

“Awalnya masuk tawon besar. Setelah itu keluar. Besoknya, masuk lagi besar. Saya juga takut. Lama-kelamaan semakin besar. Jadi saat bapaknya sakit dibiarkan saja, sehingga semakin besar dan tambah takut,” katanya.

BeritaLainnya

Koordinator BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto mengatakan, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sudah tujuh sarang tawon vespa yang dievakuasi.

“Lagi musim kembang biak sekarang ini, maka itu kita sering dapat laporan dari warga ada sarang tawon. Saya mohon warga segera melapor kalau menemukan, biar tidak membahayakan,” katanya.

BACA JUGA :  Pembelian Solar di Mojokerto Dibatasi, Efek Isu Kenaikan BBM ?

Menurut Sukamto, tawon jenis itu tak hanya membuat sarang di pohon namun kadang juga di rumah-rumah warga yang dirasa tenang dan jauh dari keramaian.

Menurut Sukamto, tawon jenis itu tak hanya membuat sarang di pohon namun kadang juga di rumah-rumah warga yang dirasa tenang dan jauh dari keramaian.

“Sukanya di ketinggian, seperti yang barusan kita evakuasi ini. Posisinya di atap rumah warga yang jauh dari aktivitas warga,” ucap Sukamto. ( Diy )

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist