Iklan Ali Prakosa

Ratusan Bumil di Kota Mojokerto Mulai Terima Vaksin

Bumil di Kota Mojokerto, Vaksin Bumil, Vaksin
Gambar Ilustrasi

Mojokerto, lenteramojokerto.com – Ratusan ibu hamil (Bumil) di Kota Mojokerto menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Vaksinasi dengan menggunakan Vaksin Sars-CoV-2 Vaccine (Vero Cell) Innactivated Sinovac mulai digencarkan sejak, Jumat (13/8/2021).

 

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Kota Mojokerto, dr Lily Nurlaily mengatakan, pelaksanaan vaksinasi bumil dosis pertama ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dari Kementrian Kesehatan dengan nomor HK.02.01./1/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19. “Sudah kita siapkan vaksin untuk ibu hamil,” ucapnya.

 

Namun, lely menjelaskan bahwa tidak semua bumil bisa mendapatkan vaksin. Sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang diberlakukan, vaksin bisa diberikan terhadap ibu hamil yang memiliki rentan usia kandungan minimal 13 minggu hingga maksimal 32 minggu. “Jadi, prioritasnya hanya untuk usia kehamilan trimester kedua” jelasnya.

 

Dalam catatan Dinkes P2KB Kota Mojokerto dari 844 bumil di Kota Mojokerto, sebanyak 497 bumil akan menerima vaksin dosis pertama. Sedangkan sisanya akan dimasukkan dalam daftar tunggu penerima vaksin. Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama akan dilaksanakan di puskesmas wilayah masing-masing.

 

Salah satu pelaksanaan vaksinasi Bumil perdana ini dilakukan di Puskesmas Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu (14/8/2021).

BACA JUGA :  Peringati HUT Ke-21, DPC Demokrat Kota Mojokerto Bagi Sembako dan Donor Darah

 

Kepala UPT Puskesmas Kedundung, drg Heti Nira Purnaningsih mengatakan berdasarkan ketentuan dari Kementerian Kesehatan (Kesehatan) vaksinasi bagi bumil yang sebelumnya tidak dapat diberikan karena mereka masuk kelompok rentan namun kini diperbolehkan.

BeritaLainnya

“Sesuai jadwal hari ini pelaksanaan vaksinasi ibu hamil mencakup dua wilayah yaitu Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Gununggedangan dengan kuota sebanyak 115 Bumil,” ungkapnya, Sabtu (14/8/2021).

Namun dari jumlah tersebut, lanjut Heti, bumil yang hadir menjalani vaksinasi hanya 49 orang. Sehingga, pihaknya akan menjadwalkan kembali vaksinasi Covid-19 bagi Bumil.

“Sesuai ketentuan vaksinasi dosis satu untuk Bumil dengan usia kehamilan 13 Minggu sampai 33 Minggu selebihnya atau kurang dari itu tidak boleh disuntikan vaksin,” bebernya.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk bumil dengan melibatkan dua tim sebanyak delapan orang termasuk vaksinator pukul 08.00 WIB-12.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya Tenaga Kesehatan (Nakes) dan vaksinator bekerja keras memberikan edukasi terkait vaksinasi Covid-19 ini. Sebab, sebagian bumil merasa ragu-ragu saat disuntikan vaksin.

BACA JUGA :  Peringati HUT Ke-21, DPC Demokrat Kota Mojokerto Bagi Sembako dan Donor Darah

Mayoritas mereka yang takut divaksin karena khawatir berdampak terhadap tubuh dan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Heti menganggap secara psikis yang dirasakan sebagian bumil wajar karena mereka memiliki kekhawatiran tersendiri saat divaksin. Sehingga perlu komunikasi khususnya diawal seperti sosialisasi oleh Bidan desa sebelum pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Satu Bidan Desa mendampingi 20 Bumil di dua Kelurahan Gununggedangan dan Kelurahan Kedundung.

“Ya memang ada sebagian bumil yang masih ragu-ragu sehingga kami meyakinkan karena diawal vaksinasi bumil tidak diperkenankan namun kini diperbolehkan ini yang harus kita jelasnya akhirnya mereka mau divaksin,” ucap Heti.

Masih kata Heti, pihaknya akan membuat jadwal kembali bagi bumil di Kelurahan Gununggedangan dan Kelurahan Kedundung, Kota Mojokerto yang belum menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama ini.

“Nanti kita jadwalkan ulang untuk bumil yang tadi tidak hadir vaksinasi paling tidak pelaksanaannya pekan depan,” jelasnya. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist