Penemuan Mayat Di Tepi Sungai Brantas Gegerkan Warga Mojoanyar, Diduga Tenggelam Saat Mencari ikan

Penemuan mayat, sungai brantas, mojokerto, mojoanyar

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Warga Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan penemuan sosok mayat di tepi sungai brantas, Rabu (19/1/2022).

Mayat berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan warga sekitar dalam keadaan telungkup di pinggir sungai dekat ancow (alat pencari ikan) sekitar pukul 06.45 WIB.

Informasi yang berhasil didapat, korban bernama Sugiatmono (60) warga Dusun Gempol Sewu, Desa Kendal sewu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Saat ditemukan, Sugiatmono mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dengan celana pendek warna hitam motif merah kuning.

Penemuan mayat ini dibenarkan Kapolsek Mojoanyar, AKP Anwar Iskandar. Ia juga mengatakan, Sugiatmono terpeleset dan terjebur ke sungai brantas saat sedang menjaring ikan.
“Keterangan saksi ia terpeleset. Korban pun usianya sudah tergolong lanjut usia,” katanya.

Arus sungai Brantas yang deras membuat Sugiatmono tenggelam. Tak lama kemudian tubuhnya mengapung di tepi sungai dekat dengan anco yang biasa ia gunakan mencari ikan. Namun, korban sudah tak bernyawa dengan posisi tengkurap di permukaan sungai.

“Kemudian saksi menghubungi warga lain untuk meminta bantuan dan menghubungi keluarga korban, untuk dilakukan evakuasi,” ucapnya.

Penemuan mayat, sungai brantas, mojokerto, mojoanyar
Warga sekitar saat evakuasi korban

Berdasarkan keterangan anak korban, lanjut Anwar, korban pernah mengalami kecelakaan dan menderita penyakit vertigo.

“Jadi setiap berangkat mencari ikan tidak pernah makan terlebih dahulu,” ujarnya.

AKP Anwar Iskandar menambahkan, tidak ditemukan adanya tindak kekerasan ataupun benturan benda tumpul pada tubuh korban. Hanya saja hidung korban terdapat lumpur.

Saat ini, Jenazah Sugiatmono telah diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan. Pihak Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan tidak menuntut apapun

“Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan tidak menuntut apapun serta tidak bersedia dilakukan autopsi,” pungkasnya. (Diy)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *