Iklan Ali Prakosa

Minta Teguh Dicopot Dari Sekda, LSM AMPHIBI Gelar Aksi

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan dan B3 Indonesia (AMPHIBI) gelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/1/2022). Mereka meminta agar Teguh Gunarko dicopot dari jabatannya sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto.

Mahrodji Mahfud selaku orator aksi mengatakan, pengangkatan Sekda Kabupaten Mojokerto ia nilai cacat hukum. Pasalnya, Teguh Gunarko pernah tersandung permasalahan hukum.

“Teguh ini tidak layak, karena track recordnya pernah melanggar hukum, tidak taat hukum, dan melawan hukum, itu pantangan dari ASN,” ucapnya.

Lebih lanjut Mahrodji juga menceritakan riwayat hukum Teguh Gunarko pernah digugat oleh jaksa penuntut umum ke PN Tipikor Surabaya pada 27 September 2011.

“Tegu ditahan selama 7 bulan pada proses hukum terebut,” paparnya.

Sekda, kabupaten Mookerto, amphibi, teguh
Foto massa aksi

Namun setelah itu Mahrodji, Teguh dibebaskan dengan alasan tidak ditemukan bukti kuat dan meyakinkan dalam persidangan Tipikor Surabaya.

BACA JUGA :  Tabrak LP2B, Amanatul Ummah Dinilai Hilangkan Produksi Padi di Mojokerto 5.952 Ton

Setelah penetapan bebas tersebut, Mahroji mengatakan jaksa penuntut umum Nova Harianto mengajukan Kasasi ke Mahkama Agung (MA) pada 9 Maret 2012.

“Setelah itu berlanjut terus hingga pad 12 Mei 2012 MA mengeluarkan Keputusan Kasisi Intra menyatakan teguh bersalah,” ucapnya.

BeritaLainnya

Dalam aksi tersebut, Mahroji juga menuntut agar Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati agar mundur. Pasalnya, Ikfina mengangkat Teguh yang diduga memiliki track record hukum yang buruk.
“Bupati harus mundur,” pungkasnya.

Dalam aksi kali ini sempat terjadi ketegangan antar masa aksi hingga membuat aksi tersebut bubar.

BACA JUGA :  Kejaksaan Endus Praktik 'Pembiayaan Topeng' di BPRS Kota Mojokerto

Bermula saat Priyo salah satu aktivis senior mengambil microphone sambil mengatakan jika aksi kali ini tidak resmi (liar) lantaran ketua LSM AMPHIBI sudah membatalkan aksi hari ini.

“Kami tidak ingin Kabupaten Mojokerto gonjang-ganjing oleh kepentingan politik individu saja,” ucapnya.

Namun, Mahrodji membantah aksi tersebut dikatakan liar. Menurutnya aksi tersebut sudah berizin yang dikirimkan ke pihak kepolisian pada 3 Januari.
“Jadi ketua sama sekretaris minta ditunda, tapi kami tidak mendapatkan surat pengunduran,” ucapnya.
“Saya ditugasi orasi, ya saya melakukan tugas saya,” pungkasnya.

Dalam aksi tersebut, Ketua LSM AMPHIBI Mad Kodhim tidak terliat dilokasi aksi. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist