Iklan Ali Prakosa

Intensitas Hujan Tinggi, Perhutani KBM Lakukan Mitigasi di Kawasan Wisata Banyu Panas

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Tingginya intensitas hujan yang tak jarang disertai angin kencang membuat bencana alam kerapkali terjadi di Mojokerto. Sebagai upaya pencegahan, beberapa tempat wisata melakukan Mitigasi Bencana Alam, tak terkecuali di kawasan wisata banyu panas.

Beberapa pihak terkait seperti Perhutani KBM Wisata Jatim Bersama instansi gabungan terdiri dari TNI, POLRI, Disporabudpar Mojokerto, Dishub Mojokerto, BPBD Mojokerto, Komunitas Masyarakat Relawan Warga Sekitar turut berpatisipasi dalam Mitigasi di kawasan banyu panas, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto panas yang dilakukan pada, Sabtu (11/12/2021) pagi hari.

Mitigasi, banyu panas
Petugas saat membersihkan aliran sungai di wisata banyu panas

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah petugas gabungan, dan relawan menyisir sungai di mulai dari sekitar wisata air panas, menuju ke perbukitan yang dilewati aliran sungai. Dengan bermodalkan sabit dan parang juga gergaji mesin, para petugas membersihkan aliran sungai yang ada.

BACA JUGA :  Tabrak LP2B, Amanatul Ummah Dinilai Hilangkan Produksi Padi di Mojokerto 5.952 Ton

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya banjir bisa terjadi di aliran sungai yang melewati air panas, Saat curah hujan semakin tinggi ditambah aliran sungai yang terhambat bekas pohon tumbang, juga bambu ataupun dedaunan yang menyangkut di bebatuan.

Furkon Mudzakir, Sitemanager Wana Wisata Padusan Pacet menjelaskan bahwa giat mitigasi sebagai kewajiban mandatori wisata, karena ada aliran sungai besar yang mengalir ke daerah wisata, otomatis harus di lakukan antisipasi untuk menghadapi bencana alam kalau musim penghujan, harus ada kegiatan inventarisir hal hal yang mengakibatkan suatu bencana.

BeritaLainnya

“intinya kita memanage, agar tidak terjadi suatu bencana, kalupun itu sudah kita lakukan dan bencana terjadi, kita sudah ada kesiapsiagaan, terhadap semua personil yakni jajaran terkait. ” jelas Furkon.

Lebih lanjut Furkon juga mengatakan, bahwa pihaknya juga memberikan himbauan melalui tulisan agar pengunjung menjauhi pohon saat terjadi hujan disertai angin.

BACA JUGA :  Tabrak LP2B, Amanatul Ummah Dinilai Hilangkan Produksi Padi di Mojokerto 5.952 Ton

” Kami sudah menyiapkan himbauan dengan tulisan yang kita tempatkan disejumlah tempat agar pengunjung saat hujan menjauhi pohon, dan berteduh di warung atau tempat yang dirasa tidak berbahaya. “pungkasnya. (Diy)

 

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist