Iklan Ali Prakosa

Pulang

Pada rintik Desember yang sebentar lagi tanggal.
Aku ingin mencari letak sunyi paling dalam.
Memejamkan mata dan tak mau mengingat apa-apa selain diri ku sendiri.

Aku ingin menarik diri dari kota yang merawat mesin-mesin bersuara nyaring.
Terbebas dari pemandangan wajah-wajah lelah yang setiap hari selalu diburu klakson mobil dan deru sepeda.

Ruang di kota ini semakin sempit dan sesak.
Tanah lapang tempat berdiri rimbun pepohonan kini berubah menjadi gedung-gedung megah, mewah hingga ada yang tak terjamah.

BACA JUGA :  Izin Alih Fungsi Lahan Rawan Pungli, Ikfina : Saya Dengar Masih Ada

Di kota ini orang-orang semakin serakah.
Tanah-tanah diperkosa, ditelanjangi dengan keji tanpa permisi.

Di kota ini rumah-rumah suci tumbuh subur. Melahirkan anak-anak nakal dan para pencopet handal yang fakir kesucian pola pikir.

Di kota ini kesederhanaan semakin langka. Orang-orang sibuk berbincang tapi tanpa saling pandang.
Menikmati hidup dengan berkalang uang dan kebohongan.

Sungguh, aku ingin pulang dan merawat diri sendiri.
Menarik diri dari kerumunan yang omong kosong.
Menghindar dari gelak tawa yang sebenarnya dibangun dari rasa cemas dan pura-pura.

BACA JUGA :  Dirikan Pesantren di Lahan Hijau, Amanatul Ummah Digugat

Jika sebaik-baik tempat kembali adalah awal mula.
Maka aku ingin pulang dan tak ingin menjadi dewasa.

BeritaLainnya

Mojokerto, 30 Desember 2021.

 

slamet indharto

Cerpen Karya :

Slamet Indharto, S.Ikom

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist