Iklan Ali Prakosa

Mengembalikan Definisi Banting Tulang Pada Tempatnya

 

Opini – Sebagai anak pertama, ada kewajiban untuk menghidupi keluarga dari sisi finansial. Beban tersebut banyak dirasakan sebagian anak yang menduduki peringkat pertama pada perlombaan melahirkan tingkat keluarga. Algoritma yang sebelumnya merupakan representatif dari generasi milenial berubah menjadi lowongan kerja yang masif dan cukup membosankan ketika membuka gawai yang kita gunakan. Dengan mencoba mengirim CV dari pabrik ke pabrik berharap ada satu dari beberapa pabrik yang setidaknya memanggil. Banting tulang sering digunakan untuk mendeskripsikan apa yang saya jelaskan tadi di awal. Tapi, kali ini beda, tentang definisi banting tulang yang sebenarnya.

 

Beberapa hari lalu ada sebuah kejadian yang merubah saya dalam memahami kiasan banting tulang. Sentuhan yang sangat tegas dari yang diperagakan oleh judo master telah berhasil menggeser trending medsos. Meskipun kesenian beladiri sudah beberapa kali trending, tapi kali ini dilakukan oleh judo master ditempat umum. Beliau memperagakan bagaimana cara melakukan teknik bantingan secara efektif dan sempurna. Kelihaian beliau terlihat ketika sudah melihat anak murid tergeletak di atas trotoar dengan kondisi kejang-kejang. Tandanya, teknik yang dilakukan judo master mencapai indikator sukses. Sang anak murid segera disadarkan oleh judo master dan dengan tidak sadar menjadi trending.

 

Kejadian itu yang membawa saya mengingat apa kata guru beladiri saya dulu tentang pentingnya membela diri. Karena kita tidak tahu bahaya yang akan mengancam kita ketika kita berada disuatu tempat. Setiap teknik dasaran yang diajarkan pelan-pelan muncul dalam ingatan. Teknik pukulan, tendangan dan bantingan masih bisa diingat meskipun itu sudah belasan tahun tidak pernah ikut beladiri lagi. Kejadian ini sangat mengingatkan pentingnya belajar ilmu beladiri.

 

Setelah kejadian itu, judo master mulai mengundang wartawan. Pentingnya membela diri sendiri itu kebutuhan yang sangat prioritas. Angka kriminalitas cukup tinggi dikalangan masyarakat dikarenakan berbagai faktor. Judo master ingin mendongkrak citra dari perguruannya. Kabarnya, kelas-kelas yang disediakan judo master cukup mahal. Dengan nominal yang cukup tinggi beberapa calon murid berani menguras hartanya demi menjadi anak murid judo master. Tapi itu cuma kabar yang disepakati kebanyakan orang.

 

Saat sesi pertanyaan dibuka, salah satu wartawan mempertanyakan soal kejadian anak murid yang kejang-kejang kepada judo master. Judo master menjawab dengan menghadirkan anak murid yang dijadikan peragaan pada saat itu. Dengan wajah yang sangat segar dan tanpa intimidasi dari sang judo master. Dengan wajah yang amat jujurnya, anak murid pun segera menjelaskan itu sudah diseting berbagai cara agar apa yang dilakukan mencapai indikator sempurna untuk melumpuhkan lawan. Karena pada dasarnya beladiri itu ada karena untuk membela diri sendiri dari penjahat dan membuat si penjahat itu sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah perbuatan yang tidak terpuji.

BeritaLainnya

Akhirnya dengan besar hati sang judo master meminta maaf meskipun si anak murid telah memberi keterangan yang cukup. Berbagai media meliput sisi negatif dari kejadian tersebut, dari segi kekerasan yang paling ramai diperbincangkan. Karena multitafsir jika sesuatu sudah dimuat format vidio dengan satu sudut pandang. Harus dilakukan lagi dengan segi kejujuran dan tanpa intimidasi sehingga masyarakat tahu bahwa apa yang dilakukan judo master adalah hal yang salah dan tidak layak sekali melakukan hal tersebut di depan umum. Pada akhirnya klarifikasi tersebut berbau intimidatif dan sangat tidak riil sama sekali.

 

Dimana-mana menyakiti atau memukul atau lain sebagainya itu salah, meskipun itu merupakan sebuah peragaan atau bagimanapun itu menjadi sesuatu hal yang salah. Untuk merespon bergesernya arti dari sebuah kiasan yang berbunyi “banting tulang” menjadi arti yang sungguh sangat tekstual, kita buka lagi KBBI arti dari banting tulang yang sesungguhnya. Supaya tidak ada lagi judo master – judo master yang memperagakan gerakan knock down dengan sempurna dan terampil dilakukan di publik maupun di tempat tertutup. Sangat miris sekali tiba-tiba banyak korban karena definisi banting tulang yang tidak cepat-cepat kembali ke definisi sesungguhnya atau semula yaitu bekerja keras.

 

 

Oleh :

Faris Naufal Akbar

Mahasiswa FISIP UNIM

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist