Iklan Ali Prakosa

Respon Surat dari KLHK, PSPLM Sidak Galian C di Sungai Galuh

Galian C, galian di sungai, sungai galuh,
Aktivitas Galian C di Sungai Galuh Dusun Dukuh, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto pada, Selasa (7/9/2021)

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Majapahit (PSPLM) langsung merespon surat tembusan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) dengan sidak ke lokasi galian C yang berada di Sungai Galuh, Dusun Dukuh Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada, Selasa (7/9/2021).

Menurut keterangan Ketua PSPLM, Suwartik, dirinya mendatangi lokasi galian c sekitar pukul 12.30 WIB, kedatanganya sebagai bentuk respon surat tembusan dari KLHK.

“PSPLM melakukan sidak untuk mengecek kondisi saat ini setelah 3 bulan lalu kita belum pernah masuk ke lokasi galian c cikal mas,” ucap Suwarti pada Lenteramojokerto.com.

Suwarti juga mengatakan, dirinya juga sempat menanyakan ke pihak penggali atas kunjungan pihak KLHK ke lokasi galian c.

BeritaLainnya

“Terkait surat Tembusan dari KLHK, pihak penggali tadi mengatakan bahwa mereka sudah pernah di panggil dari KLHK namun belum di datangi,” jelas Suwarti.

Disinggung terkait pelanggaran, Suwarti mengatakan bahwa galian c tersebut diduga sudah keluar dari titik kordinat hingga terdapat indikasi merusak sungai.

BACA JUGA :  Tahun 2022, Produksi Jagung di Mojokerto Meningkat

“Sudah sangat jelas merusak sungai, mulai dari kedalam hingga jarak sungai (dengan galian c), itu kan itu sungai besar mas,” tegas Suwarti.

 

Suwarti juga menjelaskan, galian c yang berda di sungai galuh tersebut, sempat terjerat kasus yang sama hingga membuat Lukman (pemilik galian sebelumnya) dipenjara.

“Dan juga yg perlu diingat, lokasi cikal dulu pernah ditemukan bukti otentik yang akhirnya lukman dipenjara mas,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tragis, Ibu di Trowulan Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu

“Karena nambang diluar titik koordinat, lha sekarang kondisinya tambah parah kenapa tidak ada penangkapan dari APH Mojokerto,” pungkas Suwarti.

Sementara itu, saat dikonfirmasi lenteramojokerto.com, Syahrial yang diduga pengelola galian c, mengatakan tidak mengetahui atas kedatangan PSPLM ke Lokasi.

“Yang tau orang lapangan mas, soalnya saya tidak ada laporan,” ujarnya.

Sedangkan saat tim mencoba mengkonfirmasi pengelola galian yang bertugas dilapangan Mamat, masih tidak ada jawaban.

Dari informasi yang didapat PSPLM, Galian C yang berada di atas tanah milik CV Cikal tersebut diduga dikelola oleh Syahrial, namun dalam perizinan (SIUP) masih mengatasnamakan Lukman. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist