Iklan Ali Prakosa

Resahkan Warga, Proyek PGN di Mojosari jadi Sorotan Dewan

proyek pgn, dprd kabupaten mojokerto
Komisi III soroti Proyek PGN yang membuat warga sekitar resah

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Pembangunan proyek galian pipa milik BUMN di wilayah Mojosari memuculkan polemik di masyarakat sekitar. Pengerjaan proyek yang dilakukan PT. Perusahaan Gas Negara ( PGN) dikeluhkan karena menggagu pengguna jalan hingga menimbulkan kerusakan pipa PDAM turut menjadi sorotan Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto.

Arif Winarko Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, laporan dari masyarakat terkait dampak Proyek galian pipa PT. PGN yang mempermasalahkan cara penambalan jalan usai digali ( reklamasi) kurang bagus,air PDAM mengalir kurang lancar dan airnya keruh

”Keluhan masyarakat dampak Proyek galian pipa PT. PGN kami tampung dan tindak lanjuti dengan kunjungan lapangan nantinya bakal ada rapat lagi dengan instansi terkait serta menghadirkan Pihak PT PGN dan kontraktor,” ujar Arif Winarko usai pertemuan dengan dinas terkait di Kantor Kecamatan Mojosari

Arif juga menambahkan, DPRD Kabupaten Mojokerto lakukan pertemuan terbatas dengan dinas terkait, untuk pembahasan keluhan masyarakat, terkait kerusakan jalan maupun terganggunya Pipa DAM akibat adanya penggalian pipa dari PT.PGN.

BACA JUGA :  Laporkan Alvin Liem, Kejari Mojokerto Panen Dukungan

” kami sebagai mediator dan selaku pengawas Pemerintah harus ada solusi bersama, silahkan Proyek Nasional berjalan dan tidak merusak perusahaan PDAM yang merupakan Perusahaan milik daerah Mojokerto,” imbuh Arif

BeritaLainnya

Senada dengan Arif, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto M.Syaichu Subhan, mengatakan Perusahaan Gas Negara ( PGN) saat tanam pipa selalu timbulkan keresahan masyarakat, adanya polusi udara, kurang tanggung jawab pihak kontraktor, saat tambal lubang bekas galian asal- asalan, tanah tidak dipadatkan langsung diaspal, kurasakan tanaman , kerusakan trotoar, dan kerusakan Pipa PDAM kena gali sebabkan retak, patah, ditambal sifatnya sementara kurun waktu 1-2 bulan bisa pipa bisa bocor besar tidak ada yang tanggung jawab.

“ Komisi III DPRD hari ini lakukan pertemuan sementara dengan Dinas PUPR, Dishub dan DLH untuk menyamakan presepsi terkait dampak proyek PGN ,agar kerusakan kerusakan yang ditimbulkan adanya Proyek galian pipa PT. PGN ada yang bertanggung jawab,” terangnya

BACA JUGA :  Usai Diresmikan, Patung Garuda di Trowulan Malah Ditutup

Lebih lanjut M. Syaichu menegaskan, bahwa dalam waktu dekat akan ada rapat pembahasan persoalan dampak adanya proyek pipa gas, dengan melibatkan semua komponen , meliputi DLH, Dinas PUPR, Dishub, Dirut PDAM, Bagian Perekonomian, DPRD selaku pengawas untuk duduk bersama Membuat pernyataan bila terjadi kerusakan , kontraktor harus bertanggung jawab

“Kalau semua komponen duduk bersama pasti ada keputusan terbaik, Proyek PGN berjalan baik , masyarakat tidak dirugikan, bahkan selama ini Proyek galian pipa dari PT. Perusahaan Gas Negara ( PGN) tidak ada pemberitahuan ke pemangku wilayah,” pungkas Syaichu ( diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist