Iklan Ali Prakosa

Galian C Ilegal di Ngoro Bertambah Jadi 4 Tambang

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Tindak lanjut sidak pada Senin (15/11/2021), Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto selenggarakan rapat bersama untuk mensingkronkan data pertambangan galian C di Mojokerto, Rabu (17/11/2021). Dalam rapat ini, anggota Dewan menemukan sebanyak 4 galian C di Ngoro ilegal

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, Edi Ihwanto mengatakan, dalam rapat tersebut ditemukan terdapat empat galian c di Kecamatan Ngoro yang Ilegal.
“Hanya PT Barokah yang memiliki izin aktif, sedangkan empat lainnya tidak memiliki izin aktif,” ucap Edi Ikhwanto saat diwawancara Lenteramojokerto di sela rapat.

Adapun empat galian c ilegal di Ngoro antara lain, satu galian berada di Srigading dan Kutogirang diketahui tidak memiliki izin. Sedangkan dua galian berada di desa Kunjorowesi milik PT Mutiara Timur dan CV Wirabumi yang didapati sudah habis masa izinnya.
“Empat yang ilegal, duanya tidak memiliki izin, dua lainnya izinnya habis,” kata Politisi dari fraksi PKB ini.

Lanjut Edi, salah satu galian c juga ada yang masuk cagar budaya. Ia juga sudah meminta kepala desa setempat agar bisa mengingatkan pengusaha tambang ilegal agar menghentikan sementara aktivitas tambang mengingat saat ini intensitas hujan sedang tinggi.

“Biar tidak terjadi bencana seperti longsor dan banjir yang memakan korban jiwa,” ujarnya.

Saat ini, pihak Komisi III berencana melayangkan surat ke Pemerintah Pusat atas temuan dalam sidak yang dilakukan Senin lusa. Ia berharap agar peerihtah pusat dapat bertindak cepat.

BeritaLainnya

“Kita akan kirim surat ke Presiden dengan tembusan KLHK dan Polri, biar pemerintah pusat menerjunkan inspektur tambangnya,” papar Edi.

Menurut DPRD Kabupaten Mojokerto, saat ini jumlah petambangan legal yang tersebar di Kabupaten Mojokerto berjumlah 30 titik lokasi.

Lebih lanjut, Edi juga mengaku masih belum menginventarisir jumlah galian c ilegal. Namun dirinya meyakini jumlah pertambangan ilegal sangat banyak. Menurut Edi, dampak yang ditimbulkan galian c bisa menyebabkan bencana seperti banjir dan longsor. Ia juga menilai galian c ilegal sangat merugikan negara khususnya Pemkab di sektor pendapatan APBD. Dalam Tafsiran Edi, kerugian negara akibat tambang ilegal bisa menyentuh Rp 160 miliar per tahun.

“Tafsiran kita satu galian per tahun membayar retribusi sebanyak 4 miliar. Bayangkan saja, setidak-tidaknya ada 40 galian ilegal di Mojokerto totalnya bisa Rp 160 Miliar,” pungkasnya. (Diy)

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist