Iklan Ali Prakosa

Tertangkap Mencuri HP jadi Motif Pembunuhan di Trowulan

Tertangkap mencuri HP, Pembunuhan di Trowulan
Pelaku Pembunuhan Edi Susanto (39)

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Polres Mojokerto telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan di Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pelaku pembunuhan Edi Susanto (39), tega menghabisi nyawa Rizki Ardianto lantaran tertangkap basah mencuri HP ayah korban korban.

Latar belakang Edi menghabisi nyawa Rizki dikareakan tersangka tertangkap basah mengambil hp milik orang tua korban. Keluarga korban yang merasa tidak tega dengan kondisi ekonomi Edi, orang tua korban berniat memaafkan tersangka dengan syarat membetulkan (servis) HP milik orang tua korban.
Selepas itu, Edi mencoba melarikan diri dengan beralasan meminjam uang sebesar Rp 200 ribu ke orang tua Edi untuk biaya servis HP.

Rizki yang tidak sepenuhnya percaya dengan Edi, mengantarnya ke rumah orang tua Edi.
Bukan rumah orang tuanya, Edi malah menuntun Rizki ke sebuah kebun bambu (barongan) di belakang rumah warga dengan niatan kabur dari kawalan Rizki.

BACA JUGA :  MKP Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Gratifikasi dan TPPU

Rizki yang melihat Edi kabur langsung mengejar dan menangkap Edi sehingga sempat terlibat perkelahian.

BeritaLainnya

Edi yang sebelumnya sudah menyiapkan sebilah pisau untuk berjaga, akhirnya menikam Rizki tepat di jantungnya hingga membuatnya tewas terkapar.

 

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, motif Edi tega menghabisi nyawa Rizki lantaran diketahui sudah mencuri hp ayah Rizki.
“Awalnya tersangka diketahui mencuri HP ayah korban. Karena kasihan dengan kondisi perekonomian tersangka, korban hanya meminta tersangka membetulkan HP ayah korban karena dibongkar,” ujar Kapolres saat Pers Release di Mapolres Mojokerto pada, Sabtu (28/8/2021).

BACA JUGA :  Polisi Dalami Raibnya Uang Simpanan di KPRI Budi Artha 

 

Mantan Kapolresta Malang ini juga menjelaskan, proses penangkapan di kebun tebu di Trowulan, berjalan alot lantaran Edy memakai senjata tajam (celurit) untuk melindungi diri.

“Tersangka membawa celurit untuk berjaga-jaga, akhirnya Tim Satreskrim melakukan tindak tegas terukur dengan menembak kedua kaki korban,” jelasnya.

 

Masih kata Kapolres, selama masa pelarian dengan bersembunyi di kebun tebu di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, korban bertahan hidup dengan mencuri makanan sesajen di makam yang tak jauh dari lokasi kebun tebu tersebut.

“Selama tiga hari bersembunyi, korban mencuri makanan pekerja batu bata dan sesajen di Makam,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, Edi dikenai pasal 340 KUHP dengan ancaman 20 tahun pidana penjara. ( Diy )

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist