Iklan Ali Prakosa

Pimpinan Ponpes Darul Muttaqin Bantah Tuduhan Pencabulan Santriwatinya

 

 

Kutorejo, Lenteramojokerto.com – Pimpinan pondok pesantren (Ponpes) Darul Muttaqin, Achmad Muhlish (52) membantah atas tudingan pencabulan dan pemerkosaan terhadap santriwatinya yang masih berusia 14 tahun

 

Melalui pengacaranya ia menjelaskan bahwa ponpes yang berada di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dibagi menjadi dua tempat dan terpisah antara ponpes putra dengan ponpes putri.

 

Pondok putra berada di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo dikelola Achmad Muhlish. Sedangkan pondok putri di Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo dikelola dua putri dan menantu AM. Sedangkan Achmad Muhlish (52) sendiri hanya sesekali datang ke ponpes putra, sekedar melakukan pengecekan.

 

santriwati, cabul, setubuhi, ponpes, kutorejo
Pelaku saat didampingi pengacaranya

“Abah Achmad Muhlish  kan pengelola pondok putra, itu jauh sekali hampir 1 km. Tidak logislah, kalau memang terjadi pemerkosaan ketemunya di mana, pada saat kapan. Yang mengajar kan bukan Abah, yang mengajar putri-putri dan menantunya. Abah tinggal di pondok Sampang. TKP yang dituduhkan di pondok putri di Desa Simbahringin,” kata Matyatim, pencara Achmad Muhlish, Selasa (19/10/2021).

BACA JUGA :  Bacok Teman Sekolah, 3 Pemuda di Mojosari Diamankan

 

Kondisi pondok putri, lanjut Matyatim, selama ini belum ditutup menggunakan pagar keliling. Sehingga belum ada sekat antara lingkungan pesantren dengan masyarakat di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat pengurus pondok kesulitan mengontrol para santriwatinya.

BeritaLainnya

 

“Pondok putri tidak ada batas sehingga tidak bisa dilokalisir antara pondok dengan kampung. Bisa dimungkinkan pelakunya orang lain,” terangnya.

 

Saat ditanya terkait pengakuan korban yang dicabuli dan diperkosa Achmad Muhlish , Matyatim menilai itu hanya akal-akalan santriwati tersebut karena berbagai faktor. “Itu dilatarbelakangi anak yang tidak kerasan di pondok. Cuma sama orang tuanya kan ditekan tidak boleh pulang. Di situ kalau berkaitan dengan pulang kan tidak sembarangan. Sehingga dimungkinkan bagi yang tidak kerasan itu membuat cerita seperti itu,” terangnya.

 

BACA JUGA :  Cocok untuk Modal UMKM, Pinjaman Bunga Rendah Milik BPR Jatim Cabang Mojokerto Ini Wajib Kamu Coba

 

 

Matyatim juga menyebut bahwa penggeledahan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada Senin (18/10) malam, dinilai kurang tepat karena Achmad Muhlish belum ditetapkan sebagai tersangka. “Okelah Pasal 34 KUHAP penggeledahan bisa dilakukan tanpa izin pengadilan negeri dalam kondisi tertentu. Misalnya khawatir tersangka menghilangkan barang bukti. Namun, Abah Achmad Muhlish kemarin di Polres. Penggeledahan mestinya dilakukan setelah penetapan tersangka, kemarin masih diperiksa sebagai saksi kok,” jelasnya.

 

Hingga sore tadi, Achmad Muhlish masih berada di Mapolres Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan. “Hari ini klien saya minta diperiksa besok karena dia sakit. Mungkin karena tidak makan saat diperiksa sejak siang sekitar pukul 11.00 WIB sampai sekitar 21.00 WIB, sehingga masuk angin sampai muntah-muntah. Permintaan sudah kami sampaikan secara lisan,” tambahnya. ( Diy )

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist