Iklan Ali Prakosa

Selesaikan Masalah Hukum Tanpa Peradilan, Kampung Restorative Justice Diluncurkan

 

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto meluncurkan Kampung Restorative Justice (RJ)  pertama di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (07/03/2022). Kampung ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan hukum tanpa melalui proses peradilan.

Peresmian kampung Restorative Justice ini dimulai pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh Walikota Mojokerto, Kapolres Kota Mojokerto,  Dandim 0815 Mojokerto, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Lurah Kranggan serta Camat Kranggan.

Seperti yang disampaikan Kepala Kejari Kota Mojokerto Dr. Agustinus Herimulyanto, pembentukan kampung Restorative justice ini merupakan sebuah pendekatan yang ingin mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa yang melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum.

“Pentingnya pembentukan Kampung RJ ini, untuk mendorong masyarakat kita untuk mengedepankan penyelesaian masalah secara damai,” ucapnya

BACA JUGA :  Dirikan Pesantren di Lahan Hijau, Amanatul Ummah Digugat

Dalam penjelasan Agustinus, dengan adanya RJ ini setiap perkara yang ancaman hukumnya dibawah lima tahun penjara, bakal diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan terlebih dahulu.

 

“Bedanya kalau dulu semua perkara yang diserahkan dari penyidik Polri, maka diajukan penuntutan ke pengadilan. Sedangkan saat ini, kalau proses RJ tercapai, nanti akan diterbitkan surat pemberhentian tuntutan,” jelasnya.

BeritaLainnya

 

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi progrma Kejaksaan Agung ini. Dirinya juga berterima kasih kepada Kejari karena Kota Mojokerto menjadi bagian perwujudan kampung RJ.

“Dengan kampung restorative justice ini kita bisa melihat bahwa kearifan lokal dan karakter kebudayaan bangsa Indonesia yang mengedepankan kekeluargaan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Diduga Jadi Selingkuhan Istri, Pria di Mojokerto Dikepruk Balok Kayu

Walikota yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengatakan jika kearifan lokal dan kekeluargan menjadi ruh dalam rangka penegakan hukum dengan skema Restorative Justice,” ungkapnya. \

“Mengutip perkataan bapak Jaksa Agung, Keadilan tidak ada dalam KUHP tapi hadir dalam diri masyarakat dan hati nurani kita semuanya,” pungkas Ning Ita.

 

Usai diresmikan, kampung restorative justice pertama di Kota Mojokerto ini langsung menyelesaikan tugas pertamanya untuk mendamaikan perselisihan yang berujung pemukulan terhadap Tofan hingga membuatnya  tidak bekerja selama 1 minggu.

Dengan didampingi Kasipidum, saksi,  Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota dan Lurah Kranggan, akhirnya korban dan tersangka yakni Susanto sepakat damai dengan syarat tersangka memenuhi ganti rugi.  (diy)

 

 

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist