Iklan Ali Prakosa

MKP Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Gratifikasi dan TPPU

 

Surabaya, LenteraMojokerto – Terbukti melakukan praktik gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Mustofa Kamal Pasa dijatuhi hukuman 6 tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim, Marper Pandiangan di Ruang Cakra PN Tipikor Surabaya pada, Kamis (22/9/2022) siang hari. Majelis hakim mengatakan, Mustofa Kamal Pasa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi.

Terdakwa secara sah melanggar pidana Pasal 3 (atau Pasal 4) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Mustofa Kamal Pasa pidana 6 tahun penjara,” ucap Marper Pandiangan disambut ketukan palu.

BACA JUGA :  Mantan Karyawan Budi Artha Bantah Tudingan Penilapan Uang

Selain itu, MKP juga didenda sebesar Rp 5 miliar. Apabila terdakwa tidak bisa membayar maka akan diganti dengan penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Tidak hanya itu, MKP juga dituntut untuk membayar kerugian negara sebesar Rp 17 miliar. Terdakwa diberi waktu selama 1 bulan untuk membayar kerugian negara. Dan jika tidak bisa dibayarkan, maka aset milik MKP akan disita untuk dilelang sebagai pengganti.

“Dan apabila harta dan benda tidak mencukupi diganti dengan denda penjara selama 2 tahun,” papar hakim.

BeritaLainnya

Adapun hal-hal yang memberatkan hukuman MKP, lanjut Marper Pandiangan menyampaikan, terdakwa menyalahkan wewenangnya sebagai Bupati Mojokerto untuk melakukan perbuatan melawan hukum. Sementara hal yang meringankan, MKP dinilai kooperatif saat menjalani persidangan.

Atas vonis ini, Jaksa Penuntut Umum menyatakan menerima seluruh keputusan majelis hakim. Sementara dari pihak penasihat hukum MKP mengaku akan pikir-pikir dulu untuk melakukan banding.

BACA JUGA :  Polisi Dalami Raibnya Uang Simpanan di KPRI Budi Artha 

“Kami pikir-pikir dulu yang mulia,” pungkasnya. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist