Iklan Ali Prakosa

Fakta Persidangan : Ayah Randy Sempat Ancam Akan Bunuh Novia Widyasari

 

Lenteramojokerto.com, Mojokerto – Fakta mengejutkan mencuat dalam sidang lanjutan Randy Bagus Hari Sasongko. Selain diduga memaksa Novia Widyasari menggugurkan kandungannya, Ayah Randy, Niryono ternyata disinyalir sempat mengancam akan membunuh Novia Widyasari.

Sidang kasus aborsi kandungan Novia Widyasari dengan agenda pembuktian dimulai pada pukul 10.30 WIB di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Sebanyak tujuh (7) orang saksi dihadirkan dalam persidangan kali ini, yang diantaranya Iptu Samijo, Fauzun Safaroh , Mamik Setyowati, Ninik Imiyati Gunawan, Badris Suyitno, Didi Feriyanto, dan Anika Yusda Ariyana.

Fauzun Safaroh, Ibu Novia Widyasari mengatakan dalam kesaksiannya di Persidangan jika Novia mengaku pernah diancam akan dibunuh ayah Randy. Novia mengatakan hal demikian saat Randy bersama kakaknya mendatangi Novia di rumahnya.

BACA JUGA :  Selain Tabrak LP2B, Ponpes Amanatul Ummah Pacet Diduga Tak Memiliki IMB

“Saat Randy bersama kakaknya Novia mengumpat dan bilang jika Ayah Randy akan membunuhnya jika bayi dalam kandungannya bukan anak Randy,” bebernya.

Ayah Randy
Randy Bagus sidang kasus aborsi kandungan Novia Widyasari

Setelah didatangi Randy bersama Kakaknya ini, depresi yang dialami Novia semakin menjadi-jadi. Bahkan, tak jarang Novia mencoba melukai dirinya dengan memukuli kepalanya.

“Pernah dia telfon Ibunya sambil ngomel ‘Anakku (janin) kau bunuh,’ sambil memukul-mukul kepalanya,” jelas Ibu Novia sambil menangis.

BeritaLainnya

Melihat anaknya semakin menjadi-jadi, Fauzun sempat mencoba menghubungi Randy. Namun, Randy tidak pernah membalas.

“Sejak saat itu saya lost contact dengan Randy,” paparnya.

BACA JUGA :  Siap-siap, Lahan Sawah Dilindungi (LSD) Mojokerto Mulai Diploting

Meskipun begitu, orangtua Randy sempat mengajak Fauzun bertemu untuk menyelesaikan masalah. Namun pertemuan tersebut wurung dilakukan.

“Tanggal 16 November 2021 ayah Randy mengajak ketemu dengan saja, malah ngajak diluar rumah. Namun akhirnya batal karena Randy sedang mengantar Kapolres,” terang Fauzun.

Sebelum Novia meninggal, lanjut Fauzun bercerita, mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini pernah opname di salah satu rumah sakit di Mojokerto karena demam berdarah.

“Tanggal 20 November 2021 Novia opname di RS Sakinah,” tandasnya. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist