Iklan Ali Prakosa

Berikut Kronologi Pembongkaran Kasus Penggelapan Motor Lintas Provinsi oleh Pihak Polisi

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor lintas provinsi yang membuat salah satu perusahaan leasing di Mojokerto merugi 1,2 miliar berhasil dibongkar polisi. Dengan modus memalsukan dokumen leasing finance (Finance Lease), para pelaku berhasil menggondol sekitar 70 motor.

 

Pembongkaran kiasus ini berawal dari laporan pihak perusahaan leasing PT Mega Finance terkait temuan kejanggalan laporan keuangan. Di mana terjadi pembengkakan biaya pembayaran kredit yang diajukan dari dealer.

Polresta Mojokerto langusng menindaklanjuti pelaporan tersebut dengan melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Nanda Agus yang saat itu menjabat sebagai Credit Marketing Office (CMO)/Surveyor PT Mega Finance. Tak berhenti disitu, Polisi terus melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap 6 pelaku sedangkan lima tersangka lainnya masih dicari.

BACA JUGA :  Cocok untuk Modal UMKM, Pinjaman Bunga Rendah Milik BPR Jatim Cabang Mojokerto Ini Wajib Kamu Coba

Dalam melancarkan aksinya, Nanda memanipulasi data konsumen agar mendapatkan motor dari dealer. “Sebanyak 77 data konsumen yang dimasukkan, 14 pengajuan asli dan 63 pengajuan fiktif,” ucap Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Polresta Mojokerto saat memaparkan kronologi penangkapan komplotan Penggelapan Motor Lintas Provinsi

Setelah penginputan, Nanda bekerjasama dengan Bram Wiratna untuk pendanaan uang muka sepeda motor sebagai syarat pengambilan.

“Bram Wiranta yang membayar DP, sedangkan lainnya bertugas mencari pelanggan,” lanjut Rofiq.

BeritaLainnya

Sepeda motor yang berhasil didapat, dijual kembali dengan kondisi motor bekas. Agar tidak dicurigai, pelaku mengubah speedometer sebelum dijual.

“Satu unit motor hasil kejahatan itu, dijual dengan harga Rp 12 Juta sampai Rp 15 Juta, ada juga yang dijual sampai ke Bandung” papar Rofik.

BACA JUGA :  Cocok untuk Modal UMKM, Pinjaman Bunga Rendah Milik BPR Jatim Cabang Mojokerto Ini Wajib Kamu Coba

 

Sejumlah sepeda motor hasil kejahatan yang belum dijual di antaranya Honda Vario 150 dan dokumen pemalsuan kredit fiktif, kini diamankan di Polresta Mojokerto.

 

Tujuh tersangka dijerat pasal berlapis, Pasal 374 KUHP dan atau 378 KUHP, 372 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan atau penipuan.

 

“Kasus ini masih terus dikembangkan terkait, kami minta masyarakat agar waspada membeli motor bekas karena berpotensi menjadi korban penipuan dari sindikat ini,” pungkasnya. (diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist