Iklan Ali Prakosa

Neng Ita Promosi Bus Wisata Shuttle Car, Netizen Malah Tanyakan Kabar Alun-Alun

Kota Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Video Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mempromosikan Bus Wisata Shuttle Car beredar luas di media sosial. Namun, niatan walikota untuk memperkenalkan Bus model terbuka berjuluk “Spirit Of Majapahit’ malah diingatkan netizen Proyek Alun-Alun yang terkesan amburdul.

Postingan video promosi Bus Wisata ini diunggah oleh akun instagram @asli_mojokerto. Dalam postingannya, akun instagram ini menuliskan;

“Kota Mojokerto bakal memiliki armada bus wisata baru. Bus model terbuka berjuluk “Spirit Of Majapahit’ ini akan beroperasi melayani masyarakat yang ingin bernostalgia keliling Kota Mojokerto.

Bus wisata shuttle car ini bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa dipungut biaya alias gratis. Nantinya bus kapasitas 17 dan 15 penumpang ini akan melintas di jalur wisata kuliner dan wisata sejarah budaya yang tersebar di penjuru Kota Mojokerto.

Diantaranya, food court rest area gunung gedangan, pasar benteng pancasila, menara tribuana tungga dewi, alun-alun mojokerto hingga wisata bahari rejoto,”

Postingan yang terunggah 5 jam sejak tulisan dibuat pada, Selasa (4/1/2022), mendapatkan 1,607 suka dan 51 komentar.

Shuttle Car, bus wisata
(Kiri) Neng Ita saat Promosi Bus Wisata, (Kanan) komentar netizen

Video tebut sontak mendapatkan beragam komentar dari netizen. Beberapa warganet ini menanyakan kabar perkembangan proyek alun-alun kota Mojokerto yang mangkrak.

“Eeemmmm alun2 apa kabar ?” Tulis akun riznaini93 dalam kolom komentar.

“Kabar baik mbak, monggo ngeleset,” balas hendra.adhitias dalam komentar riznaini93.

Ada juga yang menanyakan alasan patung kuda di alun-alun Kota Mojokerto dibongkar.

“Kenapa patung kuda alun-alun dibongkar mbak ita ?, ” tanya akun rahmad_nuzuli.

Selain mempertanyakan kabar alun-alun beberapa netizen ada yang mengkritik design bus wisata ini. Beberapa menilai design bus wisata yang terbuka ini malah mirip kereta anak (sepur kelinci).

“Sing ngiro sepur kelinci sini ngumpul,” tulis akun angga_prasetya_adi.

Pengadaan armada armada bus wisata berjuluk “Spirit Of Majapahit’ ini merupakan upaya Neng Ita untuk mengembangkan Mojokerto menjadi Kota Pariwisata.
“Ini adalah shuttle car yang disiapkan untuk mendukung pengembangan Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat melakukan uji coba keliling menggunakan Bus Wisata keliling Kota Mojokerto, Senin 3 Januari 2022

Orang nomor satu Kota Mojokerto ini menyebut, jumlah armada shuttle car untuk saat ini baru dua unit. Namun tidak menutup kemungkinan jika kedepannya akan ditambah unitnya lagi.

BeritaLainnya

“Tahun pertama baru dua unit nanti kita melihat animo dari masyarakat apabila memang animo tinggi maka akan tambah sesuai kebutuhan,” paparnya.

Bus dengan kapasitas 17 dan 15 penumpang ini bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa dipungut biaya alias gratis. Nantinya bus dengan model terbuka ini akan melintas di jalur wisata kuliner dan wisata sejarah budaya yang tersebar di penjuru Kota Mojokerto.

Diantaranya, food court rest area gunung gedangan, pasar benteng pancasila, menara tribuana tungga dewi, alun-alun mojokerto hingga wisata bahari rejoto.

Namun dalam pemberitaan sebelumnya, progres penyelesaian dari pengerjaan proyek kebanggaan Pemerintah Kota Mojokerto terkesan amburadul.

Hal ini terungkap saat anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Rabu (29/12/2021).

Dalam sidak tersebut, Dewan menemukan sejumlah proyek yang diantaranya pembangunan alun alun, proyek drainase, proyek pembangunan gedung DPRD, proyek taman budaya pada kawasan bahari Mojokerto, yang pengerjaannya juga belum tuntas. Sidak terakhir dilakukan rombongan wakil rakyat ke lokasi proyek pemandian Sekar Sari.

Saat tiba di lokasi proyek alun-alun, para wakil rakyat tersebut sangat kaget dengan kondisi proyek yang dikerjakan CV Indra Prasta ini.

“Kalau melihat kondisinya seperti ini, jelas jauh dari ekspektasi dan progres penyelesaian pengerjaan proyek ini tidak lebih dari 20 persen saja,” ujar Rizki Fauzi Pancasilawan Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto.

Sementara itu Junaidi Malik Wakil ketua DPRD Kota Mojokerto, yang juga ikut melakukan sidak menegaskan, kalau sidak yangg dilakukan hari ini ke beberapa titik lokasi proyek adalah untuk menjalankan fungsi pengawasan.

“Kita semua tau dibulan Desember mendekati akhir tahun 2O21 ini kita melihat beberapa pekerjaan proyek fisik infrastrktur banyak yang belum tuntas. Rata-rata baru menyentuh 40 persen bahkan ada yang sekitar 20 persen saja. Padahal kontraknya sudah melewati batas akhir jadwal pelaksanaan,” jlentreh Gus Junet, panggilan akrab Junaidi Malik. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist