Iklan Ali Prakosa

Jelang Nataru, Sejumlah Pasar Tradisional di Kota Mojokerto Kena Sidak Neng Ita

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Sejumlah pasar tradisional dan toko moderen di Kota Mojokerto didatangi Neng Ita. Inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Mojokerto ini untuk mengecek harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Beberapa titik lokasi yang diantaranya Rest Area Gunung Gedangan tempat digelarnya Pasar Murah, Sanrio, Superindo, Transmart, hingga Pasar tradisional Tanjung Anyar kota Mojokerto menjadi sasaran sidak yang dilakukan bersama jajaran Forkopimda ini.
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari sidak kali ini untuk meninjau secara langsung harga bahan pokok, hingga kualitas produk Makanan dan Minuman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita hari ini juga melakukan pengecekan pasar terkait harga, pasokan masih terkendali atau tidak,”

Setelah terjun ke beberapa pasar, Neng Ita mengaku jika harga kebutuhan pokok semuanya masih stabil, dan ketersedian bahan pangan di Kota Mojokerto juga dijamin aman.

“Setidaknya sembilan bahan pokok yang merupakan kebutuhan pangan dasar. Dan alhamdulillah juga tidak ditemukan barang-barang kadaluarsa,” jelasnya.

Meski tidak ditemukan barang- barang kadaluarsa, Ning Ita tetap menghimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dengan melakukan pengecekan terhadap produk-produk yang akan dibeli.

BeritaLainnya

Selain melakukan pengecekan ketersedian bahan pangan dan kualitas produk mamin, sidak ini juga untuk merespon kenaikan harga cabai kecil yang cukup signifikan dalam satu minggu terakhir di beberapa daerah.

Wali Kota Ning Ita bergerak cepat dengan menginstruksikan kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) untuk memberikan subsidi harga melalui pasar murah yang digelar di Rest Area Gunung Gedangan selama dua hari, mulai tanggal 23 hingga 24 Desember 2021.

“Di Rest Area Gunung Gedangan Kami tadi menyediakan 12,5 Kg cabai di bagi 50 paket dengan masing- masing 1/4 kg, ini tadi sudah diserbu habis karena memang subsidinya luar biasa besar dari harga normal 80 ribu perkilogramnya, kita jual 20 ribu perkilogramnya” tuturnya.

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist