Iklan Ali Prakosa

Limbah Debu Diduga Dari PT Kobin Keramik Industri Bertaburan, PT SBP Rugi Hingga 40 Persen

Lenteramojokerto.com, NGOROLimbah debu yang diduga berasal dari PT Kobin Keramik Industri di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) membuat PT. SBP (Second Best Packing) merugi.

Pasalnya, limbah debu berupa partikel-partikel kecil berwarna coklat yang terhembus angin lantas masuk ke dalam gudang produksi pabrik yang berada tepat di sebelah pabrik PT SBP.

Kejadian sudah berlangsung sejak Januari 2021 hingga kini. Akibatnya, pabrik mengalami penurunan kwalitas produksi hingga 40 persen.

Ironisnya, limba debu itu juga berdampak pada kesehatan sekitar 100 pekerja yang berada di 3 gudang produksi. Mereka harus menghirup partikel debu itu. Selain pada kesehatan, partikel debu itu membuat mata perih.

PT SBP, Limbah Debu
Pegawai PT Second Best Packing saat menunjukan debu di atas bahan produksi

Kuasa hukum PT. SBP, Iis Rahmawati mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan komplain kepada PT. Kobin dan pengelola kawasan NIP. Namun, pihak perusahaan PT. Kobin yang memproduksi keramik itu hanya menjanjikan.

“Komplain sudah kita ajukan. Bahkan sudah dimediasi oleh pengelola NIP tapi tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan, sejak Selasa (11/1) kemarin malam debu masuk ke gudang lebih parah dari biasanya,” jelasnya, Rabu (12/1/2022).

Lebih lanjut Iis menjelaskan atas ganguan debu itu, pihaknya juga sudah melayangkan gugatan kepada PT. Kobin Keramik Industri ke Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto terkait adanya limbah udara yang dihasilkan.

BeritaLainnya

“Atas gugatan itu PN Mojokerto memenangkan PT. SBP, tapi dalam faktanya limbah PT. Kobin tetap mengangu aktivitas produksi,” tuturnya.

Ditambahkan Nanang Abdi yang kuasa hukum perusahaan mengatakan pihaknya terus mengalami penurunan kualitas produksi hingga 40 persen sejak limbah udara berupa debu itu masuk dan menggangu.

BACA JUGA :  Diduga Tabrak Perda RTRW, Satpol PP Tidak Bisa Tindak Amanatul Ummah

“Kerugian materiil akibat debu tersebut pihak perusahaan harus membayar tenaga kebersihan ekstra, debu mengakibatkan kerusakan pada mesin, kerusakan pada bahan baku, bahan setengah jadi dan bahan jadi,” urainya.

Dari pantuan di lokasi pabrik PT. SBP, debu memang terlihat jelas menempel pada bahan. Bahkan, debu lebih parah terjadi di gudang C. Debu-debu itu menempel pada kertas yang hendak di jadikan bahan jadi. Selain itu, debu juga menggangu pernafasan pegawai dan pedih di mata.

Sementara itu, Sulis pihak PT. Kobin Keramik Industri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa permasalahan debu yang masuk ke PT. SBP sudah ia laporkan ke pihak management.

” Masalah itu sudah saya laporkan ke management dan tidak bisa follow up, ” Pungkasnya. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist