Tak Terima Dijadikan ‘Babu’, Remaja di Gondang Tikam Senior Kerja

Gondang, LenteraMojokerto – Seorang remaja di Gondang, Mojokerto tega tikam senior kerja. Aksi penganiayaan ini diduga karena pelaku memiliki dendam pribadi dengan korban lantaran merasa dijadikan ‘babu’ (pesuruh).

Pelaku diketahui bernama Abel Arya (20) warga Dusun Ploso, Desa Wonoploso, Gondang, Mojokerto.

Sementara korban Minarto alias Amin merupakan rekan kerja pelaku yang memiliki umur lebih tua yakni 36 tahun. Korban berasal dari Dusun Bamban, Desa Wonoploso, Gondang, Mojokerto.

Kapolsek Gondang, Saiful Isro membenarkan kabar tersebut. Kejadian ini terjadi pada, Selasa (2/8/2022) di Desa Pugeran, Gondang, Mojokerto tepatnya di area perkebunan sebelah timur SPBU Pugeran.

“Kejadian sekitar pukul 15.00 WIB di kebun milik Pudjoe Hadi,” katanya, Rabu (3/8/2022).

BACA JUGA :  Dukung Pelestarian Seni Budaya, DPC PKB Kabupaten Mojokerto Gelar Lomba Tari Tradisonal se-Jawa Timur 

Saiful mengatakan jika pelaku dan korban merupakan pekerja di kebun milik Pudjoe Hadi. Dugaan sementara, pelaku memiliki dendam pribadi lantaran sering disuruh-suruh oleh korban.
“Korban merasa diperlakukan seperti babu oleh korban. Ditambah sebelum kejadian, pelaku merasa sinis dengan korban,” ujarnya.

Dikarenakan dendam yang terpendam lama ini akhirnya pelaku nekat tikam senior kerja berkali-kali hingga mengalami luka tusukan di bagian punggung atas, punggung tengah dan paha sebelah kiri.

BeritaLainnya

“Korban berobat ke dokter umum di sekitar lokasi, sementara pelaku melarikan diri,” sebut Syaiful.

 

BACA JUGA :  Peringati Hari Anak Nasional, WCC Mojokerto Gelar Demonstrasi

Setelah melakukan penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil diringkus polisi pada, Rabu (3/8/2022) sekitar pukul 00.30 di rumah kakaknya yang berada di daerah Dlanggu.

 

Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Gondang. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 buah badik ukuran panjang -+35 cm dan 1 stel pakaian milik korban.

“Pakaian korban kami amankan karena ada bercak darahnya,” pungkas Saiful.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 351 ayat 2 KUHP dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist