Uang Haram Rp 1.5 M, Antarkan Ning Ita Rebut Kursi Walikota

 

Surabaya, Lenteramojokerto.com – Dalam pemenangan Pilwali Kota Mojokerto 2017 ternyata mengalir duit Gratifikasi dari MKP. Bahkan, uang haram yang mengantarkan perempuan akrab disapa Ning Ita untuk menduduki kursi Walikota mencapai Rp 1.5 Miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Arif Suhermanto menyebutkan jika Mustofa Kamal Pasa memerintahkan camat di Kabupaten Mojokerto untuk patungan untuk kepentingan Pilwali 2017. Bahkan, dana yang terkumpul dari penarikan uang para camat ini mencapai Rp 1,5 miliar.

“Para camat mengumpulkan ke Abdullah dengan nominal Rp 150 juta hingga terkumpul Rp 1,5 miliar,” ucap Arif Suhermanto saat ditemui lenteramojokerto.com usai sidang, Kamis (21/7/2022).

Uang haram, Ning Ita
(dua dari kanan) Kordinator Jaksa Penuntut Umum KPK, Arif Suhermanto.
BACA JUGA :  Fakta Persidangan, 180 Juta Uang Gratifikasi MKP Mengalir Ke Pilwali Kota Mojokerto

Arif menyampaikan jika penarikan ini atas dasar perintah Mustofa Kamal Pasa. Para camat terpaksa menyetorkan uang tersebut demi memperpanjang jabatan mereka. Hanya saja uang tersebut digunakan MKP untuk memenangkan adik kandungnya meraih jabatan Walikota Mojokerto.

“Teknisnya Bagaimana, yang jelas uang tersebut sudah dikumpulkan dan diserahkan,” papar Arif.

BACA JUGA :  Heboh, Usai Jadi Saksi TPPU MKP, Mantan Camat Mojosari Tak Sadarkan Diri

Meski ada aliran uang gratifikasi mengalir untuk kepentingan Ning Ita, Arif menganggap bahwa MKP yang harus bertanggungjawab atas perbuatan ini. Sebab dalam kasus ini yang menjadi penyelenggara negara adalah MKP sebagai Bupati.

BeritaLainnya

“Pengumpulan untuk pemenangan walikota itu terkait pertanggungjawaban dari MKP,” jawabnya.

Namun saat disinggung apakah Ika Puspitasari berpotensi menjadi tersangka, Arif menjawab jika pihak KPK saat ini belum menganalisa sampai ke sana.

“Saat ini kami masih berkutat dengan perkara TPPU MKP,” pungkasnya.

BACA JUGA :  'Geger Geden !' MKP dan Nono Saling Bantah di Sidang TPPU

Terkait masalah uang yang mengalir untuk suksesi Ning Ita di Pilwali Kota Mojokerto 2017, MKP mengaku tidak mengetahui sama sekali. Sebab dalam yang mengatur Pilwali Kota Mojokerto 2017 merupakan Ayahnya yakni Jakfaril.

“Yang tau Ayah saya yang mulia saya tidak tau,” jawabnya.

BACA JUGA :  Kesaksian Kadis PUPR di Sidang MKP Terkesan Berbelit, Hakim Ingatkan Ancaman Pidana Kesaksian Palsu

Hanya saja dia mengakui adanya pengumpulan uang dari para camat di Kabupaten Mojokerto. Hanya saja dirinya tidak tau jumlah total maupun peruntukan dari pengumpulan uang tersebut.

“Yang jelas saya pernah menerima uang dari Sutris sebesar Rp 50 juta. Itu untuk saya tidak ada sangkut pautnya dengan pilkada. Iya (pengumpulan uang camat) uang haram,” pungkas MKP. (Diy)

BeritaTerkait

Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkini



Add New Playlist