info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Pertemuan Bilateral Mendag RI dan Dubes USTR, Mendag Lutfi: Perlu Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Mendag, Kemendag, Dubes USTR, Asean
Foto Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar United States Trade Representatives, Katherine Tai di Bangkok, Thailand, Sabtu (21 Mei). (dok humas)

Lenteramojokerto.com, BANGKOK – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan perlunya sinergi ekonomi kawasan Indo-Pasifik dengan ASEAN. Sinergi Indo–Pacific Economic Framework (IPEF) dengan ASEAN Outlook on the Indo–Pacific (AOIP) akan menghasilkan dampak maksimal bagi perkembangan ekonomi kawasan.

 

Saat ini, Indonesia tengah mempelajari keinginan Amerika Serikat (AS) untuk mempererat partisipasi ekonomi dengan kawasan Indo–Pasifik melalui Indo–Pacific Economic Framework (IPEF).

“Kami harus menyampaikan kembali perlunya menyinergikan IPEF dengan AOIP, sesuai mandat Presiden RI Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN–AS. Sebagai kekuatan besar di kawasan, ASEAN memiliki peran penting untuk membentuk arah kerja sama,” kata Mendag Lutfi.

BACA JUGA :  Kunjungi Lulu Group International di Abu Dhabi, Mendag Zulhas: Dorong Produk UKM Indonesia Tembus Pasar Timur Tengah

Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan United States Trade Representative (USTR) Duta Besar Katherine Tai, Sabtu (21/5). Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Pertemuan Menteri-Menteri Perdagangan APEC (APEC MRT) di Bangkok, Thailand pada 21–22 Mei 2022.

Mendag Lutfi menambahkan, Indonesia ingin melihat hasil-hasil konkret dari tawaran kerja sama AS, terutama yang menyangkut perdagangan, rantai pasok, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan Indo–Pasifik khususnya ASEAN.

BACA JUGA :  Mendag Zulhas : Perjanjian Indonesia–UAE CEPA Ditandatangani, Upaya Tingkatkan Ekspor ke Kawasan Teluk dan Timur Tengah

Dalam pertemuan tersebut, isu lain yang dibahas adalah Pertemuan Tingkat Menteri Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dengan USTR pada September 2022 mendatang. Mendag Lutfi berharap, pertemuan yang dipimpin para menteri tersebut dapat mengirim sinyal kuat ke kalangan bisnis ASEAN dan AS untuk menjalin suatu kolaborasi yang meningkatkan upaya pemulihan ekonomi. “Kami ingin memastikan bahwa Indonesia dan AS memiliki kesamaan visi bahwa pertemuan TIFA mendatang harus membahas isu-isu strategis mulai saat itu,” ungkap Mendag Lutfi.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra