info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Tidak Permisi, Warga Pagar Akses Jalan Galian C di Ngoro

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Galian C, Ngoro,
Foto warga saat menutup akses jalan galian c di Ngoro

Lenteramojokerto.com, Ngoro –  Agung Dedi Purnomo warga Dusun Sukorejo, Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menutup paksa akses jalan truk Galian C yang melintas di pekarangannya. Dirinya, memagar akses jalan kendaraan yang mengangkut tanah urug pertambangan milik CV. Wiratama Mandiri, Senin (28/2/2022) pagi.

 

Agung Dedi Pranomo dibantu kerabat dan warga sekitar, menutup akses dengan memagar kayu jalan ke lokasi galian c. Dirinya tidak terima lantaran tanah seluas kurang lebih 5000 M2 yang berada di Dusun Sukorejo Desa Srigading tersebut dipergunakan akses jalan oleh CV. Wiratama Mandiri selaku pemilik galian c.

BACA JUGA :  Korban Pencabulan di Sooko Berpotensi Bertambah jadi 22 Anak

 

“Ini tanah pribadi saya, pihak penambang (Galian C) tidak ada niat baik, tidak permisi kepada kami selaku pemilik lahan, jadinya terpaksa kami menutup dengan pagar , “ Ucp Agung Dedi Purnomo setelah melakukan pemagaran akses ke lokasi galian C.

 

Agung merasa kecewa kepada pihak pengelola lantaran menjadikan lahan miliknya menjadi akses keluar masuk ke lokasi galian, padahal masih banyak akses jalan lain menuju lokasi penambangan “Perlu diketahui bahwa tanah kami tidak saya sewakan, tidak saya jual,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi Bank Jatim Mojokerto, Iwan Beli Proyek di Malang

Dalam pengakuan Agung,  beberapa bulan lalu, dirinya sempat melakukan perjanjian dengan pengelola penambangan galian C untuk menyewakan tanah miliknya untuk ditambang dengan harga per Ritase ( rit) sebesar Rp 65.000,- . Namun, tanah miliknya sudah tidak di gali, melainkan dijadikan jalan akses masuk galian C. “Pihak pengelola tidak ada permisi, lahan kami ber bulan – bulan di jadikan akses jalan keluar masuk dump truk ke lokasi Penambangan,” jelasnya .

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra