info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Rebut Kursi Walikota, Dana Pencalonan Ning Ita Dari Upeti Camat Era MKP

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Foto Saksi saat disumpah dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rahu (16/2/2022

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Selain untuk mamin BPK, WTP dan Jetski, ternyata uang upeti Camat dan Kepala Dinas di Kabupaten Mojokerto era Mustofa Kamal Pasa (MKP) juga untuk suksesi Ika Puspitasari menduduki kursi Walikota Mojokerto.

Fakta ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rahu (16/2/2022).

BACA JUGA :  Pelaku Pencabulan Sesama Jenis Ditetapkan Tersangka

Nunuk Jatmiko Kepala Bagian Kesra setda kabupaten Mojokerto mengatakan jika kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh Camat di Kabupaten Mojokerto, dimintai patungan sebesar 15 juta untuk biaya politik Ika Puspitasari yang merupakan adik MKP, mencalonkan diri menjadi Walikota Mojokerto di tahun 2017.

“Tahun 2017, dikordinir Catur Edy Susanto yang saat itu menjabat sebagai Camat Gedeg,” ucapnya.
Dirinya juga mengaku membayar Rp 50 juta agar dirinya dipromosikan menjadi Camat Dlanggu di tahun 2011.
“Bayar Rp 50 juta saya serahkan ke Nono di rumahnya Mojosari,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi Bank Jatim Mojokerto, Iwan Beli Proyek di Malang

Tidak berhenti disitu, pada tahun 2013 Nunuk juga di mintai untuk iuran Jet Ski Sebesar Rp.15 juta.
Bahkan, MKP juga meminta Rp 150 juta untuk mempertahankan jabatan Bupati Mojokerto.
“Di tahun 2015 saya memberikan Rp.150 juta melalui Abduloh untuk kemenangan MKP. Pinjam dari Bank Jatim,” bebernya.

Sementara itu, Arif Suhermanto SH, JPU KPK mengatakan, selain yang didatangkan hari ini, beberapa saksi sebelumnya juga menyampaikan kalau di minta urunan untuk biaya Pilkada kota Mojokerto tahun 2017
“Nominalnya variatif tapi rata-rata Rp.15 jutaan,” ucapnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra