info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Ngeri, 39 ASN di Mojokerto Masuk Data Penerima Bansos

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Foto Sejumlah ASN menunggu giliran diperiksa secara daring

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Sebanyak 39 ASN ini dipanggil di Aula Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko. Pengumpulan ini untuk dimintai keterangan terkait temuan BPK adanya sejumlah aparatur negara yang masuk data penerima bansos.

Pantauan Lenteramojokerto.com di lokasi, para aparatur negara dari berbagai perangkat daerah ini terlihat menunggu giliran untuk dimintai klarifikasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait data penerima bantuan yang diperuntukan untuk warga kurang mampu. Dari daftar hadir tercantum sebanyak 39 ASN dikumpulkan dalam acara tersebut, Senin (14/2/2022).

BACA JUGA :  Korban Pencabulan di Sooko Berpotensi Bertambah jadi 22 Anak

Menurut keterangan petugas di lokasi, para ASN ini dimintai klarifikasi secara daring melalui Zoom. “Ini masih wilayah lain. (ASN) Yang dari Mojokerto sekitar 39 orang, masih menunggu giliran, soalnya dipanggil satu-satu,” paparnya.

Sementara itu, menurut keterangan salah satu ASN yang hadir dalam acara ini JN, dirinya dipanggil BKPP( Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) untuk hadir ke Dinsos. “Saya ditelfon BKPP untuk hadir ke Dinsos,” paparnya.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi Bank Jatim Mojokerto, Iwan Beli Proyek di Malang

Dalam pengakuan JN, dirinya sempat heran atas pemanggilan BKPP tersebut karena dirinya merasa tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah.
“Ditanyai terkait penerimaan bansos, tapi saya tidak pernah menerima,” akunya.

Asn, Dinsos, Bansos
ASN Saat Meninggalkan Aula Dinas Sosial

Menurut JN, hal ini disebabkan kesalahan penginputan data penerima bansos yang dilakukan perangkat desa. Meskipun namanya tercatut, JN tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.
“Makanya tadi disingkronkan dari desa dan pusat,” jelasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra