info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Dugaan Korupsi PT BPRS Kota Mojokerto Senilai 50 Miliar Mulai Diusut Kejaksaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Korupsi BPRS Kota Mojokerto
Foto Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto

 

Lenteramojokerto.com, Mojokerto Kota – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto tengah mengusut dugaan korupsi di tubuh PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Kota Mojokerto. Dari hasil audit yang diperoleh penyidik, dugaan kerugain negara dari Window Dressing pembiayaan-pembiayaan bank tersebut mencapai Rp 50 miliar.

“Window Dressing merupakan tindakan pemolesan laporan keuangan agar tampak seolah-olah menampilkan kinerja yang baik,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Kota Mojokerto Ali Prakosa, Selasa (8/2/2022).

BACA JUGA :  Kasus Korupsi Bank Jatim Mojokerto, Iwan Beli Proyek di Malang

Ali juga menjelaskan, penanganan kasus dugaan korupsi PT BPRS ini diawali dengan penhayaan informasi dan data (survelans) yang dilakukan sejak pertengahan bulan September 2021.

“Setelah itu dilakukan penyelidikan dengan landasan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Print-02/M.4.5.47/Fd.1/10/2021 pada tanggal 05 Oktober 2021,” paparnya.

Korupsi BPRS Kota Mojokerto
Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto

Dari penyelidikan tersebut, Ali menyimpulkan jika ada dugaan korupsi sehingga perkara tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan.

BACA JUGA :  Kredit Perusahaan Abal-abal dalam Dugaan Korupsi BPRS Kota Mojokerto

“Guna mengusut tuntas dugaan korupsi ini, Kepala Kejari Kota Mojokerto mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan dengan nomor : Print-02/M.5.47/Fd.1/11/2021 tanggal 10 November 2021,” jelasnya.

Usai mengumpulkan beberapa barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi, Ali Prakosa melanjuttkan, hasil audit didapati dugaan kerugian negara senilai Rp 50 miliar. Bahkan, kasus ini diduga melibatkan internal BPRS Kota Mojokerto dan swasta dalam berbagai pembiayaan yang berbeda-beda.

BACA JUGA :  Pelaku Pencabulan Sesama Jenis Ditetapkan Tersangka

“Dari hal itu penyidikan dilakukan secara bertahap dan terpisah,” ucapnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra