info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Penjual Es Keliling Meninggal di Samping Perlintasan KA Prajurit Kulon

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Penjual es keliling
Foto Penjual es keliling asal Jombang ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Kelurahan Prajurit Kulon, tepatnya samping perlintasan kereta api Desa Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (3/2/2022).

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Seorang penjual es keliling asal Jombang ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Prajurit Kulon, tepatnya samping perlintasan kereta api Desa Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (3/2/2022).

Informasi yang berhasil didapatkan dilokasi, Korban bernama Mohammad Yais Efendi (39) Dusun Sumobito rt 2 rw 2, Desa Sumobito, kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Dirinya seorang penjual es keliling dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul nomor polisi S 5926 OBH.

BACA JUGA :  Kakek di Trowulan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Menurut keterangan saksi mata, Yuti mengatakan, sebelum meninggal, korban ini hendak beristirahat dengan duduk di pinggir jalan. Tiba-tiba, pria yang mengenakan kaos kuning dan celana pendek ini jatuh tersungkur.

Penjual es keliling
Penjual es keliling asal Jombang ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Kelurahan Prajurit Kulon, tepatnya samping perlintasan kereta api Desa Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (3/2/2022).

“Saat didatangi korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ucap Yuti.

Masih kata Yuti, sebelumnya korban juga sempat diajak untuk beristirahat di sebuah warung.

“Namun korban menolak untuk beristirahat dan memilih untuk melanjutkan perjalanan,” bebernya

BACA JUGA :  Kemensos Malas Sanksi Pendamping PKH yang Merankap Supplier BPNT di Mojokerto

Sementara itu, Kepala Forensik RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Tuwingki mengatakan, korban meninggal diduga karena penyakit dalam.
“Karena tidak ada bukti kekerasan pada korban dan mungkin korban meninggal karena kecapekan,” ujarnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra