info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Hasil Sidang Kode Etik : Randy Dipecat Tidak Dengan Hormat

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Bripda Randy, randy, dipecat, hasil sidang kode etik
Foto Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko saat menyampaikan hasil sidang kode etik

Lenteramojokerto, Surabaya – Hasil sidang kode etik menetapkan bahwa Bripda Randy Bagus (21) terbukti bersalah dalam kasus aborsi pada kekasihnya, Novia Widyasari (23). Ia pun diputuskan dipecat dari instansi polri.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko. Dirinya juga memaparkan, dari hasil sidang kode etik, Bripda Randy mendapat sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Pada siang ini rekan-rekan sudah menyaksikan bahwa pelaksanaan sidang KKEP terhadap tersangka diduga pelanggar saudara Randy itu sudah diputuskan dalam persidangan tadi pagi sekitar jam 09.00 sampai siang ini,” paparnya di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (27/1/2022).

BACA JUGA :  Korcam PKH Kutorejo Ketahuan Merangkap jadi Supplier E-Warong
Bripda Randy, randy, dipecat, hasil sidang kode etik
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko saat menyampaikan hasil sidang kode etik Randy Bagus 

Tak tanggung-tanggung, sembilan orang dihadirkan dalam sidang kode etik tersebut untuk memberikan kesaksian atas kasus yang menjerat mantan anggota polisi asal Pasuruan ini.

“Dari pemeriksaan terhadap 9 saksi yang dihadirkan oleh Bid Propam Polda Jatim dinyatakan jelas saudara Rendy bersalah,” kata Gatot.

Gatot menambahkan bahwa Bripda Randy sudah jelas melanggar Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2011.

BACA JUGA :  Kepala Dusun Ditemukan Tewas di Area Persawahan Trowulan

“Dia jelas melanggar pasal 7 ayat 1 huruf B dan pasal 11 huruf C Perkap 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri dan sudah dinyatakan hasil putusannya adalah PTDH,” tambahnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra