info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Terungkap, Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes Mojokerto Bertambah Jadi Lima Orang

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Pelaku penganiayaan, Santri, Ponpes Mojokerto
Foto Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Pelaku penganiayaan GTR (14), santri salah satu Ponpes di Mojokerto kini bertambah menjadi lima anak.
Hal ini terungkap saat penyidik menyerahkan tersangka ke Kejasaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/1/2022).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko Wibowo mengatakan jika berkas perkara kasus yang menewaskan Santri asal lamongan ini sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari pada 6 Januari kemarin.

BACA JUGA :  Belum Ada Tersangka, Kejaksaan Tanyakan Perkembangan Hasil Penyidikan Kasus Uang Baru 3,7 M

Sebanyak lima santri yang masih dibawah umur, ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan yang terjadi pada 13 Oktober 2021 ini.

“Empat anak masih berumur 16 tahun, sedangkan satunya menginjak usia satu tahun,” ucapnya pada wartawan di ruangannya, Selasa (25/1/2021).

Adapun para pelaku penganiayaan santri di Ponpes, lanjut Ivan, semuanya berasal dari luar Kabupaten Mojokerto.
“Anak yang berumur 14 tahun ini berasal dari Sumenep, sedangkan lainnya ada yang berasal dari Gresik, Sidoarjo, Surabaya dan Jombang,” paparnya.

BACA JUGA :  Kakek di Trowulan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Terkait motif penganiayaan ini, Ivan masih belum bisa memastikan. hanya saja informasi yang beredar, GTR dituduh mencuri di lingkungan Pondok Pesantren yang beralamat di Kecamatan Pacet ini.
“Informasi yang beredar, GTR dituduh mencuri. Tapi tidak terbukti, nanti akan kita ungkap di fakta persidangan” ucapnya.

Adapun para pelaku akan dijerat Pasal 80 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Berhuhung pelaku masih kategori anak, mereka tidak kami tahan,” pungkasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra