info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Jadi Langganan Banjir, Pemkab Mojokerto Bersihkan Sungai Avur

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Pemkab Mojokerto, Bersihkan, Sungai Avur, Langganan Banjir
Foto Pemkab Mojokerto bersama BPBD Bersihkan Sungai Avur

Lenteramojokerto.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersihkan aliran sungai avur Watudakon di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu, (23/1/2022) pagi.

Giat yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini sebagai upaya pemerintah untuk menekankan resiko bencana banjir.

Pasalnya, lokasi tersebut terkenal wilayah langgana banjir lantaran sering terjadi luapan sungai avur akibat curah hujan yang tinggi, sungai tersebut juga tampak dipadati limbah rumah tangga dan tanaman kangkong serta eceng gondok.

BACA JUGA :  Kasus Limbah di Bekas Galian C Mojokerto, Polres Uji Sampel ke DLH Jatim

“Banjir di Tempuran menjadi kewaspadaan kita semuanya, memang ini langanan banjir dan segera melakukan pembersihan sungai agar tidak ada aliran sungai yang tersumbat karena adanya sampah,” ungkap Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.

Pemkab Mojokerto, Bersihkan, Sungai Avur, Langganan Banjir
Pemkab Mojokerto Bersihkan Sungai Avur

Pembersihan sungai ini dilakukan bersama-sama oleh relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan alat berat dari PUPR dan akomodasi truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

BACA JUGA :  Kasus Limbah di Bekas Galian C Mojokerto, Polres Uji Sampel ke DLH Jatim

Selain pembersihan sungai, lanjut Ikfina, Pemkab Mojokerto berupaya untuk melakukan mitigasi dan restorasi di sepanjang aliran sungai yang berpotensi memicu terjadinya luapan air saat ada peningkatan intensitas hujan.

“Aliran sungai ini membawa material sampah, ini yang perlu kita antisipasi jangan sampai terjadi penyumbatan yang menyebabkan sungai meluap jadi kewaspadaan terus kita tingkatkan,” jelasnya.

Selain itu, Ikfina juga akan menindaklanjuti dan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terkait pengaturan buka tutup aliran sungai terutama sungai di yang mengelilingi Desa Tempuran.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra