ADVERTISEMENT

Gagal Penuhi Janji, Bupati Dikritik Mahasiswa


Janjikan Perbaikan Jembatan Dawablandong Selesai Satu Minggu Malah Belum Tersentuh Hingga Berganti Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Intruksi Bupati, DPUPR, Jembatan Rusak, Dawarblandong
Foto Bupati Mojokerto saat tinjau kondisi jembatan rusak di Dusun Talunbrak, Desa Talunbandong, Kecamatan Dawarblandong

Lenteramojokerto.com, MOJOKERTO – Janji Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati kepada warga Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong untuk memperbaiki jembatan penghubung antar kabupaten dalam waktu sepekan gagal terpenuhi. Bahkan, jembatan yang rusak pada tanggal 9 September 2021 akibat bencana alam ini belum juga ada pengerjaan hingga saat ini.

Kegagalan Ikfina dalam memenuhi janjinya ini mendapat kritikan dari kalangan mahasiswa. Seperti yang disampaikan Ketua Bidang Eksternal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mojokerto, Ana Yuskristiyaningsih yang menyoroti janji Bupati untuk meperbaiki Jembatan penghubung antar dua kabupaten yang rusak pada tanggal 9 September 2021 tersebut dalam waktu sepekan. Namun, hingga saat ini masih masih belum diperbaiki.

BACA JUGA :  23 Pejabat (PTP) Dan Administrator Dilantik Ikfina

 

“Bupati Mojokerto ikfina fahmawati perna menjanjikan pembenahan jembatan akan selesai dalam waktu sepekan namun kenyataannya sampai saat ini jembatan belum juga diperbaiki,” ucap Ana kepada Lenteramojokerto.com.

 

Lebih lanjut, Mahasiswa FKIP Universitas Islam Majapahit juga berpandangan jika kemoloran pengerjaan perbaikan jembatan yang tidak sesuai dari target ini menunjukan adanya miss komunikasi antara Bupati dengan OPD dan kurang matangnya perencanaan. Pasalnya, Kabid pemeliharaan jembatan dan jalan DPUPR kabupaten Mojokerto Hendri Surya pernah memaparkan dalan perbaikan jembatan ini tidak bisa dilakukan secara instan, harus melalui beberapa prosedur.

BACA JUGA :  23 Pejabat (PTP) Dan Administrator Dilantik Ikfina

 

“Sebelumnya Hendri Surya mengatakan jika kendala perbaikan jembatan ini merupakan aset desa, sehingga wewenang DPUPR sebatan pengarahan saja. Jika jembatan merupakan aset desa dan wewenang DPUPR hanya sebatas pengarahan saja, mengapa Bupati Ikfina Fahmawati pada saat kunjungan menjanjikan bahwa jembatan akan selesai dalam waktu sepekan. namun kenyataanya sampai saat ini masih belum ada perbaikan sama sekali,” ucap Perempuan dari Kutorejo ini.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra