ADVERTISEMENT

HMI Nilai Program Jumat Berkah Neng Ita Terkesan Pencitraan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

MOJOKERTO, Lenteramojokerto.com – Program sosial Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari bernama ‘Jumat Berkah’ mendapatkan kritikan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mojokerto. Mereka menimpali porgram ini terkesan pencitran.

Hal ini disampaikan Ketua Umum HMI Mojokerto, Elang Teja Kusuma saat diwawancarai awak media di kantornya yang beralamatkan Perumahan Gatoel, Jl. Kalimantan No.14, Mergelo, Kranggan, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada, Kamis (6/1/2022).

BACA JUGA :  23 Pejabat (PTP) Dan Administrator Dilantik Ikfina

Menurut Teja, sapaan akrab ketua HMI menilai kegiatan rutinitas Neng Ita berbagi kepada warga yang tidak mampu pada setiap hari Jumat ini terkesan seperti pencitraan.

“Padahal ada Dinas Sosial yang tupoksinya mengenai masalah sosial, kenapa Neng Ita harus turun langsung dengan Jumat Berkah,” ucapnya.

Meskipun dalam kegiatan ini Neng Ita memakai uang pribadinya, menurut Teja malah tidak efisien.
“Apalagi APBD Kota yang sebesar 1,2 Triliun harusnya bisa di efisienkan dan bisa disalurkan lebih merata melalui Dinsos,” paparnya.

BACA JUGA :  Sejumlah Fasilitas Umum Di Modongan Terendam Banjir

Dalam kesempatan kali ini, Teja menyampaikan beberapa kritikan yang mengarah pada kebijakan yang dibuat Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari selama tiga tahun memimpin.

“Selain itu masih adanya perwali no 55, ditengah situasi Kota Mojokerto yang sudah level 1 tidak ada gunanya sehingga perwali no 55 ini dihapuskan atau dirubah,” papar Teja.

Beriringan juga dengan isu yang muncul adanya Wali Kota Bayangan di kalangan eksekutif dan legislatif, muncul istilah Wali Kota Nol Koma Satu.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra