info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Batal Demo Pemkot Mojokerto, HMI Ingin Jaga Norma Mahasiswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
HMI, Batal, Demonstrasi, walikota bayangan
Foto HMI gelar jumpa pers pada, Kamis (6/1/2022)

MOJOKERTO, Lenteramojokerto.com Rencana Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mojokerto untuk aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) setempat batal dilakulan.

Ketua HMI Mojokerto, Elang Teja Kusuma mengatakan Pembatalan aksi Refleksi Tiga Tahun Kepemimpinan Neng Ita ini dikarenakan ingin menjaga norma HMI sebagai organisasi Mahasiswa.

“Kita ingin menjaga norma-norma mahasiswa. Pertama kita harus audiensi beberapa kali, kalau tidak ada titik temu baru kita aksi,” ucapnya saat jumpa pers di Kantor Cabang HMI Mojokerto, Perumahan Gatoel, Jl. Kalimantan No.14, Mergelo, Kranggan, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada, Kamis (6/1/2022).

BACA JUGA :  Korban Pencabulan di Sooko Berpotensi Bertambah jadi 22 Anak

Lebih lanjut Mahasiswa yang akrab disapa Teja mengatakan jika alasan pembatalan aksi kali ini untuk mencari cara baru bagi HMI dalam menyampaikan tuntutanya.

“Jadi HMI sudah sering turun aksi tapi tidak ada titik temu, makanya kita cari cara lain,” ucapnya.

HMI, Batal, Demonstrasi
HMI gelar jumpa pers usai batal demonstrasi

Dalam kesempatan kali ini, Teja menyampaikan tiga poin kritikan yang mengarah pada kebijakan yang dibuat Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari selama tiga tahun memimpin.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi Bank Jatim Mojokerto, Iwan Beli Proyek di Malang

“Yang pertama masih adanya perwali no 55. Bagi kami ditengah situasi Kota Mojokerto yang sudah level 1 sehingga perwali no 55 ini dihapuskan atau dirubah,” papar Teja.

Lebih lanjut, Teja juga menilai program Jumat berkah terkesan seperti pencitraan. Padahal ada Dinas Sosial yang tupoksinya mengenai masalah sosial.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra