info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Satu Bulan Berlalu, Perbaikan Jembatan Rusak di Dawarblandong Terkesan Digantung

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Foto Kondisi terkini jembatan rusak di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong (19/11/2021)

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Perbaikan jembatan penghubung antar dua kabupaten di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto terkesan digantung.

Padahal, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati pernah menjanjikan pembenahan jembatan rampung dalam waktu sepekan, namun satu bulan lebih berlalu belum juga terlihat adanya proyek perbaikan.

Belum adanya proyek perbaikan jembatan di Dawarblandong tersebut dibenarkan Kabid Pemeliharaan Jembatan dan Jalan DPUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya. Ia memaparkan dalam perbaikan jembatan ini tidak bisa dilakukan secara instan, harus melalui beberapa prosedur.

BACA JUGA :  Kasus Korupsi Bank Jatim Mojokerto, Iwan Beli Proyek di Malang

“Belum (perbaikan jembatan di Dawarblandong), saat ini masih dalam proses verifikasi oleh pihak inspektorat,” jelasnya kepada lenteramojokerto.com melalui WhatsApp, Sabtu (18/12/2021).

jembatan, penghubung, rusak, perbaikan jembatan
Kondisi jembatan di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong yang rusak

Henri juga mengaku sudah pernah dipanggil oleh pihak inspektorat untuk verifikasi proyek perbaikan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir ini. “Baru kemarin, Jumat (17/12/2021) kami dipanggil inspektorat, untuk pengerjaan jembatan tersebut tinggal nunggu surat dari inspektorat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pelaku Pencabulan Sesama Jenis Ditetapkan Tersangka

Sebelumnya Henri Surya kendala perbaikan jembatan penghubung antar kabupaten tersebut lantaran jembatan ini merupakan aset desa. Sehingga, wewenang DPUPR sebatas pengarahan pembangunan.

“Itukan (jembatan) aset desa, bukan aset PUPR, jadi yang berwenang perbaikan ya desa. Kita akan membantu dalam pengarahan,” ucap Henri.

Lebih lanjut, terkait anggaran dirinya belum bisa memastikan, hanya saja rencana awal anggaran yang dialokasikan sebesar 1,05 miliar.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra