info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Maraknya Kasus Kekerasan Perempuan jadi Atensi DP2KBP2, Program Pencegahan Mulai Disiapkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com -Maraknya tindak kekerasan terhadap perempuan, baik secara umum maupun dalan lingkup kampus menjadi antensi khusus Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan ( DP2KBP2 ) Kabupaten Mojokerto. Sebagai upaya mengatasi itu semua DP2KBP2 menyiapkan Program pencegahan dan pelayanan tindak kekerasan terhadap perempuan.

Siti Asiah Sekertaris DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa pihaknya pada tahun 2022 mendatang akan memprogramkan secara khusus akan melakukan sosialisasi di lingkungan pendidikan mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. namun tidak menutup kemungkinan pada wilayah pesantren maupun kampus akan mejadi sasaranya juga.

BACA JUGA :  Akselerasi Baligh jadi Modus Terduga Pelaku Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto

Dp2kbp2, kekerasan perempuan

“ Pada tahun 2022 kita memprogramkan secara khusus sosialiasi kepada siswa SD, SMP, SMA termasuk pondok pesantren terkait dengan kekerasan yang sering terjadi sekarang ini,” kata Asiah saat sosialisasi program di Cafe DT, Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (17/12/2021).

lebih lanjut perempuan berjilbab ini juga menjelaskan maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, maka, DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto ingin fokus memberikan pemahaman kepada kalangan pelajar, baik tentang pencegahan dan tindakan pasca terjadinya hal tersebut.

BACA JUGA :  Ustadz di Sooko Diduga Cabuli 3 Muridnya, Korban Mengaku 25 Kali Dicabuli

“Dengan harapan anak-anak itu tahu apa yang harus mereka lakukan, apa yang harus mereka perbuat di saat ada hal-hal pelecehan. Jadi bisa menambah pengetahuan mereka. Kita tata sehingga hal semacam ini tidak terjadi lagi seperti kasus-kasus kemarin,” ungkapnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra