ADVERTISEMENT

Perdagangan dan Eksploitasi Anak Terjadi Di Mojokerto, Penghargaan KLA Kembali di Kritik

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
kla, kabupaten layak anak
Foto Ketua Bidang Eksternal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mojokerto Ana Yukristianingsih

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Maraknya kasus yang menjadikan anak dibawah umur sebagai korban membuat mahasiswa kembali menyoroti penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diterima Kabupaten Mojokerto. beberapa kasus yang muncul diantaranya Pelecehan Seksual, Human Trafficking, dan Eksploitasi anak.

Ketua Bidang Eksternal Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mojokerto Ana Yukristianingsih mengatakan, akhir-akhir ini Kabupaten Mojokerto kerap terjadi kasus yang menyeret anak dibawah umur. Seperti kasus Human Trafficking yang terbongkar pada selasa 14 Desember kemarin.

“Dari tiga korban dua anak dibawah umur jadi korban Human Trafficking di Mojosari dan masih dimungkinkan korban bertambah,” ucapnya kepada Lenteramojokerto.com pada, Jumat (17/12/2021).

Masih kata Ana, dalam kasus perdagangan anak tersebut para korban ditawarkan ke pria hidung belang dengan tarif mulai Rp 400 ribu sampai Rp 1,2 juta. Uang dari para pria hidung belang tersebut tidak diberikan kepada korban, namun dimiliki oleh pelaku sendiri dengan dalih digunakan untuk mengurusi tempat tinggal, makan, kosmetik dan perawatan para korban.

“Ini adalah bentuk eksploitasi yang sangat membuat saya miris,” ujarnya.

“Berkaca pada perda no 4 tahun 2019 tentang kabupaten layak anak, dalam Bab 3 pasal 11 poin C disebutkan bahwa anak dalam situasi eksploitasi secara ekonomi dan seksual, korban tidak kekerasan dalam keluarga, sekolah, maupun lingkungan, korban NAPZA, korban penculikan, korban perdangangan anak (trafficking), korban penelantaran, penyandang disabilitas berhak mendapatkan perlindungan, pengawasan, pengasuhan, perawatan dan rehabilitasi dari pemerintah daerah,  untuk itu Pemkab Mojokerto harus turun langsung dalam pengawalan kasus kekerasan terhadap anak,” papar Mahasiswa Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra