info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Marak Galian Rusak Lingkungan, PSPLM dan PMII Audiensi Ke DPRD Kabupaten Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Maraknya galian-c yang terindikasi melanggar aturan dan merusak lingkungan membuat Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan (PSPLM) audiensi ke Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto.

Dalam audiensi yang diselenggarakan pada, Rabu (15/12/2021) di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto turut didampingi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto.

Ketua PSPLM Suwarti mengatakan bahwa maraknya galian c ilegal di range selatan Mojokerto perlu menjadi perhatian dewan.
“Kita perlu bekerja sama untuk menjaga lingkungan agar tidak ada bencana alam di Kabupaten Mojokerto,” ucap Suwarti.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

Suwarti juga mengeluh lambanya pihak eksekutif yang lamban dalam menangani galian c yang terindikasi melakukan pelanggaran dan merusak lingkungan.
“Kami capek lapor ke Pemkab ujung-ujungnya di pimpong,” tukasnya.

Sementara itu sekretaris PSPLM, Sumartik mengatakan bahwa pihaknya pernah melaporkan ke pihak KLHK dan sudah mendapatkan balasan.
“Tembusannya ke PUPR, tapi saat kami konfirmasi ke PUPR bilangnya bukan wewenangnya,” ucap perempuan asal desa Jatidukuh ini.

BACA JUGA :  Pulihkan Kekosongan Anggota, KPRI Budi Artha Selenggarakan PAW

Sementar itu, Ketua mandataris PMII Mojokerto Ahmad Rofi’i menjelaskan kedatangan pihaknya ke dewan untuk mengawal lingkungan hidup di Mojokerto.
“Kasus dilingkungan yang ada di Mojokerto sudah berlangsung lama, sejak 2017,” paparnya.

Lebih lanjut, Mahasiswa kelahiran Lampung ini juga menyayangkan kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di Mojokerto ini selalu tidak ada penyelesaian.
“Selama 4 tahun ini kami mengawal tidak ada penyelesaian yang berarti,” jelas Rofik sapaan akrabnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra