info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Berkas Perkara Kasus Pencabulan Pengasuh Ponpes di Kutorejo Sudah P21, Kejari Ancang-Ancang ke Tahap-II

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Kasus Pencabulan
Foto Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Kasus pencabulan yang dilakukan pengasuh pondok pesantren AM (52) di Kutorejo, Mojokerto kini mulai menemukan titik terang. Saat ini, berkas perkara kasus pencabulan dengan korban yang diyakini sampai 5 anak dibawah umur dinyatakan sudah lengkap.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto, Ivan Yoko saat ditemui lenteramojokerto.com di kantornya pada, Senin (13/12/2021). Ia mengatakan bahwa berkas perkara tersebut telah memenuhi unsur baik secara materiil dan formil. “Ya sudah P21 (lengkap),”  jawabnya singkat.

BACA JUGA :  Pulihkan Kekosongan Anggota, KPRI Budi Artha Selenggarakan PAW

Terkait tindak lanjut dari  Kejaksaan Negeri (Kejari), pihaknya mengaku akan segera melangkah ke tahap II. “dekat-dekat hari akan kita naikkan ke tahap II,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya pimpinan pondok pesantren (ponpes) Darul Muttaqin, di Kecamatan Kutorejo, kabupaten Mojokerto dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto dengan dugaan pencabulan dan penyetubuhan seorang santriwati.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

Korban yang masih berusia 14 tahun merupakan seorang santriwati asal Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Sedangkan pelaku diketahui bernama Achmad Muhlish (52).

 

“Korban adalah santriwati dari saudara AM,” kata Pengacara Korban, M Dhoufi kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Selasa (18/10/2021).

 

Dalam pengakuankorban, dirinya sudah dicabuli dan disetubuhi oleh pelaku sejak 2018 di salah satu kamar asrama santri putri yang tidak ditempati dalam pondok,

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra