info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Pelaku Penjualan dan Pembuatan Surat Nikah Siri Berhasil Diamankan Polresta Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

Mojokerto, Lenteramojokerto – Polresta Mojokerto berhasil meringkus pelaku penjual dan pembuatan akta surat nikah siri tanpa melalui proses pernikahan sesuai dengan aturan agama.

Pelaku AML (28) berasal dari Kelurahan Modung, Kabupaten Mojokerto berhasil diamankan petugas saat ia melakukan cash on delivery (COD) di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto Senin (6/12/2022) siang.

Surat nikah siri
AML (28), pelaku penjual dan pembuatan akta surat nikah siri

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda MK Umam mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula ketika petugas mendapatkan informasi dari media sosial (medsos) bahwa ada penawaran pembuatan akta surat nikah siri.

BACA JUGA :  Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Sooko, Keluarga Korban : Anak Saya Bercerita Sambil Menangis

“Dari temuan itu, polisi melakukan pendalaman hingga menyamar sebagai pemesan dan meminta transaksi dilakukan dengan sistem pembayaran saat barang diserahkan di tempat COD,” katanya Selasa (7/12/2021).

Dalam penangkapan tersebut polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti surat nikah palsu yang di bawa pelaku.

“Barang bukti yang diamankan berupa satu lembar surat pernyataan nikah agama, sertifikat nikah secara Islam,  dua buah handphone, satu buku catatan dan dua buku tabungan,” ujar Umam.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

Selama ini AML melayani jasa pembuatan sertifikat nikah bagi pasangan tanpa harus melakukan akad dan bisa langsung jadi.

“Dari layanan tersebut, pelaku mendapat imbalan sejumlah uang dari pemesan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, AML dijerat Pasal 3 ayat 2 Undang-Undang No 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk. Pelaku terancam hukuman 3 bulan penjara. (Diy)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra