ADVERTISEMENT

Kisah Tragis Novia, Dipaksa Menggugurkan Janin Berujung Bunuh Diri di Makam Ayahnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Kasus kematian Novia Widyasari Rahayu (23) asal Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto kini ramai menjadi pembahasan Netizen.

Fakta-fakta baru dibalik aksi bunuh diri mahasiswa cantik Fakultas Sastra Inggris semester 10 kini mulai bermunculan, setelah sebelumnya dilatarbelakangi karena depresi ditinggal ayahnya meninggal dunia, ternyata Novia juga mendapatkan tekanan setelah Hamil dan digugurkan pacarnya.

Dalam keterangan salah satu teman Novia yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, aksi bunuh diri yang dilakukan korban bukanlah karena depresi akibat ditinggal ayahnya meninggal, melainkan mendapatkan tekanan hidup yang pelik.

Novia diketahui menjalin hubungan asmara dengan RB yang merupakan seorang polisi dari polres pasuruan.

Singkat cerita, Novia hamil 4 bulan dengan RB. Ia meminta pertanggung jawaban RB atas kehamilannya, namun RB tidak mau bertanggung jawab.

Novia akhirnya meminta pertanggung jawaban kepada orang tua RB. Orang tua RB menyanggupi, korban diajak makan oleh RB beserta keluarganya. Selepas itu, keluarga RB menuju rumah Novia untuk membicarakan kepada orang tua Novia.

Namun sesampai dirumah korban, orang tua RB mengatakan bahwa dirinya tidak menyetujui jika RB dan korban segera menikah.

“Alasannya RB masih punya kakak yang belum menikah, dan juga RB saat ini baru menjadi Polisi,” ucap teman korban.

Setelah dua hari berselang, RB mengirimkan pesan ke korban untuk mengajaknya jalan. Ke esokan harinya korban dijemput RB.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra