info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Robohnya Masjid di SMK Muhammadiyah Mulai Diselidiki Polisi

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Smk muhammadiyah, Masjid Roboh
Foto Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan saat meninjau bangunan masjid yang roboh di SMK Muhammadiyah

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Robohnya bangunan masjid yang berada di dalam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah, Sorodinawan, Kecamatan Prajurit Kolon, Kota Mojokerto, yang masih dalam proses pembangunan akhirnya diselidiki polisi.

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, saat ini beberapa pihak terkait sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Pihak terkait yang bertanggung jawab sudah kami data, siapa saja yang harus bertanggung jawab,” ucapnya, Jum’at (3/12/2021).

BACA JUGA :  Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Sooko, Keluarga Korban : Anak Saya Bercerita Sambil Menangis

Beberapa pihak yang dipanggil, lanjut Rofiq salahsatunya yaitu penanggung jawab pembangunan masjid. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan anggaran dana kontruksi.

“Kita akan mekonstruksikan apakah ini peristiwa diluar dari konteks kesalahan yang terjadinya juga karena alam atau dari tahapan perencanaan ada yang perlu kita luruskan,” papar mantan kapolres Pasuruan itu.

Smk muhammadiyah, Masjid Roboh
Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan saat meninjau bangunan masjid yang roboh di SMK Muhammadiyah

Untuk saat ini, kepolisian telah memberi garis polisi di lokasi ambruknya masjid yang maih dalam proses pembangunan ini.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

Masih kata Rofiq, sementara ini akan dilakukan status quo terlebih dahulu dengan tanpa meninggalkan pijam hukum.

“Hukum itu dibuat dari tiga pilar yang kita tegaskan. Pertama menciptakan rasa adil, kedua menciptakan sebuah kepastian aturan main dan ketiga menciptakan pemanfaatan untuk masyarakat, lingkungan dan lebih besar lagi untuk negara dan bangsa,” pungkasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra