ADVERTISEMENT

Lelah Menunggu Bupati yang Terlambat Datang, Rapat Paripurna DPRD Nyaris Bubar

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Paripurna, DPRD, Bupati, Kabupaten Mojokerto
Foto Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Keterlambatan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto membuat sebagian anggota legislatif gerah. Tak sedikit anggota dewan yang meninggalkan ruang rapat tersebut. Bahkan, akibat keterlambatan bupati hingga satu jam lebih ini membuat rapat paripurna terancam bubar.

Rapat paripurna yang rencananya digelar jam 09.00 harus molor hingga pukul 10.15 lantaran menunggu Bupati Mojokerto yang belum juga hadir. Setelah diberi tenggang waktu selama 10 menit untuk menunggu, akhirnya orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut hadir sehingga rapat paripurna jadi digelar.

BACA JUGA :  23 Pejabat (PTP) Dan Administrator Dilantik Ikfina

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto dengan agenda penyampaian Pandangan Umum fraksi Fraksi terhadap Raperda Restribusi persetujuan bagunan dan gedung, serta Raperda restribusi penggunaan tenaga kerja asing. Sekaligus penyampaian pendapat bupati terhadap Raperda tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, terancam dibatalkan.
Pembatalan tersebut dipicu oleh molornya agenda rapat paripurna selama satu jam lebih.

Para anggota dewan yang sudah hadir diruang sejak pukul 09 .00 tersebut merasa kesal dan kecewa atas keterlambatan ini. Meski semua tamu undangan sudar hadir termasuk jajaran Forkompimda, ternyata hingga pukul 10.15 Bupati Mojokerto belum juga menampakkan batal hidungnya dikantor DPRD Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA :  Empat Kelurahan Di Kota Mojokerto Banjir Setelah Diguyur Hujan Selama Tiga Jam

Akibat keterlambatan tersebut, diruang sidang sempat terjadi keriuhan, beberapa anggota yang kesal sempat protes dan minta kejelasan atas molornya agenda paripurna kepada pimpinan dewan. Bahkan sejumlah anggota dewan sudah keluar dari ruang sidang dan meninggalkan gedung dewan. Sebagian juga menyerahkan draf laporan pandangan umum fraksinya kepada pimpinan dewan. ” Wah gimana ini, kita kan sudah menunggu lama. Kenapa Bupati maupun Wakil Bupati tidak hadir. Daripada kita menunggu tanpa ada kejelasan lebih baik kita pulang, dan draff laporan PU kita serahkan pada pimpinan dewan, ” ujar salah satu anggota dewan sembari ngelonnyor masuk mobilnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra