info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Pupuk Subsidi Langka, Dewan Nilai Penyusunan E-RDKK Tidak Optimal

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Pupuk Subsidi, Abdul Hakim, Mojokerto
Foto Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Abdul Hakim (Dua dari kiri)

Mojokerto, Lenteramojokerto.com Kelangkaan pupuk subsidi yang melanda petani Mojokerto mendapatkan sorotan dari Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Abdul Hakim menilai penyusunan alokasi pupuk melalui sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (e-RDKK) yang dilakukan Dinas Pertanian tidak optimal.

“Harus ditingkatkan (penyusunan e-RDKK) karena masih banyak petani dan poktan (kelompok tani) yang masih belum merasakan (pupuk bersubsidi),” kata Hakim saat diwawancarai lenteramojokerto.com, Selasa (30/11/2021).

BACA JUGA :  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point
Pupuk Subsidi, Abdul Hakim, Mojokerto
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto, Abdul Hakim (Dua dari kiri)

Lebih lanjut, Hakim juga mengatakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harusnya tepat sasaran dan megutamakan petani kecil.

“Jangan sampai orang yang punya lahan puluhan hektar menggunakan pupuk bersubsidi semua,” tegas politisi dari fraksi PKB.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengaku jika kelangkaan pupuk di Mojokerto disebabkan alokasi Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (e-RDKK) dari Dinas Pertanian tidak dicukupi oleh pusat.

BACA JUGA :  Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point

“Alokasi pupuk di RDKK yang diajukan tidak dicukupi oleh pusat sehingga terjadi kekurangan pupuk,” ucap singkat Nurul saat dikonfirmasi Lenteramojokerto.com, Senin (29/11/2021).

Terpisah, Kasi Pupuk dan Pestisida (Disperta) Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Syaifudin mengatakan, pemerintah pusat hanya memenuhi 77 persen dari yang diajukan Disperta melalui sistem RDKK. Itupun zatah dosis pupuk juga dipangkas.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra