info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Pupuk Bersubsidi Langka Sambut Musim Tanam di Mojokerto, Petani Mengeluh

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Pupuk langka, pupuk bersubsidi, Mojokerto
Foto Ganbar Ilustrasi

 

Mojokerto, Lenteramojokerto.com – Dikala musim tanam, sejumlah petani di Mojokerto mengeluhkan pupuk bersubsidi langka.

Seperti petani di Kemlagi yang tidak berkenan disebutkan namanya, ia kesulitan mencari pupuk sudah beberapa bulan ini.

“Sudah datang ke kios untuk minta pupuk urea cuman tidak dapat, katanya stok sudah habis,” ucapnya saat dikonfirmasi lenteramojokerto.com pada, Senin (29/11/2021).

Lebih lanjut, beberpa petani mengakali dengan menggunakan pupuk organik. Hanya saja persiapan dalam pembuatan pupuk organik membutuhkan waktu pembuatan yang relatif lama.

BACA JUGA :  Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan
Pupuk langka, pupuk bersubsidi, Mojokerto
Ganbar Ilustrasi

“Kalo pupuk organik butuh waktu lama kalo persiapan, kalo tidak siap ya tidak digarap (sawah),” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan petani di Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis. Dia juga mengaku kesulitan dalam mencari pupuk subsidi.

“Iya benar, pupuk Urea dan ZA mengalami kelangkaan, obat-obat petani juga mahal,” ucap petani di Desa Banjarsari yang tidak ingin disebutkan namannya.

BACA JUGA :  Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan

Selama ini, dalam memenuhi kebutuhan pertanian dirinya terpaksa harus membeli pupuk non subsidi dengan harga jauh lebih mahal.

“Seperti harga pupuk ZA subsidi yang berkisar Rp 85.000 sedangkan yang non subsidi harganya Rp 240.000. Rata-rata yang mengalami kelangkaan ZA,Ponska, sama urea,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan, kelangkaan pupuk di Mojokerto disebabkan alokasi Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (e-RDKK) dari Dinas Pertanian tidak dicukupi oleh pusat.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra