ADVERTISEMENT

Rencana Pemberian Modal Pemkot untuk BPRS Mojokerto Dapat Peringatan Dewan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

Mojokerto Kota, Lenteramojokerto.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk kembali mengucurkan dana penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto ( BPRS Mojokerto ) dan Aneka Usaha mendapatkan peringatan Dewan. Pesan tersebut disampaikan Fraksi Demokrat (FD) dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi atas Raperda APBD 2022, Selasa (23/11) tadi siang.

 

Dalam telaah yang dibacakan Nuryono Sugiraharjo anggota Dewan partai berlambang bintang mercy tersebut  didepan wakil rakyat dan walikota, Fraksi Demokrat berpandangan perlunya survei, pengkajian serta uji kelayakan pada dua BUMD tersebut. Kedua BUMD yang dimaksud adalah PT. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (BPRS Mojokerto) Bank pembiayaan milik Pemerintah Kota Mojokerto dan Aneka Usaha.

BPRS, Modal, Pemkot

“Kita sifatnya mengingatkan atau mewanti wanti eksekutif perlunya pengkajian dan uji kelayakan untuk penanaman modal di Bank platmerah tersebut dan Aneka Usaha. Kami berharap agar penyertaan modal yang selama ini kita lakukan terutama kepada BPRS Syariah itu tepat sasaran, ” Ujar Nuryono Sugiraharjo usai sidang.

 

Sementara FPKB secara tegas meminta agar penyuntikan dana ke BPRS Mojokerto ditunda. Penundaan tersebut diberlakukan sampai hasil Panitia Khusus (Pansus) BPRS Mojokerto selama enam bulan kedepan, keluar.

 

Politisi yang akrab dipanggil Bejo ini berharap survei mendalam ini dapat memupus kesalahan berulang seperti pada kasus likuiditas BPRS Mojokerto. “Biar permasalahan yang terjadi di BPRS Mojokerto tidak terulang kembali. Agar dana penyertaan modal yang kita kucurkan itu tepat sasaran. Dan anggaran yang dikeluarkan sesuai kebutuhan yang menjadi skala prioritas, ” Tandasnya.

Berita Terkait